Tujuan Tes Dan Pengukuran Kebugaran Jasmani

Tujuan Tes Dan Pengukuran Kebugaran Jasmani – Tes adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang orang atau benda. Instrumen ini dapat berupa pertanyaan tertulis di atas kertas atau dalam bentuk wawancara, pengamatan kinerja fisik yang diminta atau pengamatan perilaku melalui daftar periksa atau anekdot. Sedangkan pengukuran adalah proses mengumpulkan informasi. Melakukan tes adalah bagian dari proses pengukuran. Valuasi adalah proses penentuan nilai atau harga dari data yang dikumpulkan. Evaluasi ini meliputi pengujian pengukuran.

Mengukur bentuk fisik siswa merupakan bagian penting dari pekerjaan pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan jasmani. Hasil pengukuran dapat digunakan untuk menginterpretasikan efektivitas program. Selain itu, juga untuk menyempurnakan isi program bahkan metode pelaksanaannya. Dalam hubungan ini, tes harus dipilih dengan mengikuti aturan atau kriteria tertentu.

Tujuan Tes Dan Pengukuran Kebugaran Jasmani

Untuk mengetahui kebugaran jasmani siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), telah disusun tes kebugaran jasmani bahasa Indonesia untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau untuk kelompok usia 16-19 tahun. Tes tersebut merupakan serangkaian tes yang terdiri dari sebagai berikut.

Pengukuran Tingkat Kebugaran Metode Rockport Pada Pegawai Rsud Banten

Perlengkapan: lintasan lari lurus, datar, rata, tidak licin; mulai bendera dan bilah; peluit; sebuah stopwatch; bubuk kapur; formulir tes dan alat tulis; nomor dada

Peralatan: bar yang dapat diatur ketinggiannya, stopwatch. formulir tes dan alat tulis, nomor kotak, kapur atau bubuk magnesium.

B. Peserta ujian berdiri di bawah satu batang, kedua tangan memegang satu batang selebar bahu, telapak tangan menghadap ke kepala.

C. Dengan menculik kedua kaki, peserta ujian melompat ke atas sampai mencapai posisi menggantung dengan siku ditekuk, dagu di atas mistar. Sikap ini dipertahankan selama mungkin.

Tes Kebugaran Jasmani: Jenis, Fungsi, Tujuan, Rangkaian

F. Gerakan peserta dianggap tidak berhasil jika dagu tidak mencapai selangkangan saat mengangkat tubuh dengan ayunan dan saat kembali ke posisi awal lengan tidak lurus.

Satu. Hasil yang dicatat adalah waktu yang dibutuhkan peserta untuk mempertahankan posisi siku menggantung tertekuk. Tercatat dalam hitungan detik.

Satu. Peserta berbaring telentang di lantai. Kedua lutut ditekuk membentuk sudut 90 derajat. Jari-jari kedua tangan disilangkan dan diletakkan di belakang kepala.

D. Gerakan ini diulangi secepat mungkin untuk waktu yang ditentukan (60 detik). Sebuah gerakan tidak dihitung jika tangan peserta dilepaskan sehingga jari-jari tidak lagi terjalin, siku tidak menyentuh paha, dan siku digunakan untuk membantu tubuh dalam perlawanan.

Tujuan Tes Pengukuran Kesehatan Jasmani

Satu. Hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan yang dapat dilakukan dengan benar dalam waktu tertentu.

Peralatan: papan tulis skala sentimeter berukuran 30×150 cm, dipasang di dinding (jarak 0 [nol] skala dari lantai 150 cm, akurasi hingga 1 cm), bubuk kapur, penghapus, nomor dada, kertas tes dan alat tulis.

Satu. Peserta berdiri di samping dinding, kaki rapat, ujung jari di dekat dinding ditaburi bubuk kapur.

B. Tangan peserta yang berada di dekat dinding mencapai setinggi mungkin, menjaga kaki tetap di lantai. Catat lebar ujung jari tengah sebagai tinggi punggung kaki.

Tes Pengukuran Dan Kebugaran Jasmani Oleh Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Bandung Bekerja Sama Dengan Uptd Puskesmas Babakan Sari

C. Peserta melompat setinggi mungkin dan menyentuh meja. Lakukan tiga lompatan. Catat ketinggian lompatan di ujung jari tengah Anda.

D. Posisi awal saat melompat adalah telapak kaki tetap di lantai, lutut ditekuk, lengan sedikit di belakang.

B. Nilai yang diberikan kepada peserta adalah selisih terbesar antara tinggi lompatan dengan tinggi yang dicapai ketiga lompatan tersebut.

B. Hasil yang dicatat adalah waktu yang ditempuh peserta untuk menempuh jarak 1200 meter untuk pria dan 100 meter untuk wanita. Waktu dicatat dalam menit dan detik.

Kegiatan Pengukuran Kebugaran Jasmani Pada Anak Sekolah Dasar

Tes dan pengukuran kebugaran jasmani, tujuan tes kebugaran jasmani, tes pengukuran kebugaran jasmani, fungsi tes dan pengukuran kebugaran jasmani, tujuan kebugaran jasmani, tujuan latihan kebugaran jasmani, tujuan kebugaran jasmani kesehatan, contoh tes kebugaran jasmani, tujuan melakukan tes kebugaran jasmani adalah, manfaat tes kebugaran jasmani, pengukuran kebugaran jasmani, tujuan tes dan pengukuran kebugaran jasmani untuk