Tafsir Surat An Nur Ayat 32

Tafsir Surat An Nur Ayat 32 – Tafsir ayat 32 Surat Al-Nur, yang merupakan syarat seseorang untuk dilamar dalam pernikahan. Tidak diperbolehkan untuk mencegah pernikahan.

Dalam ayat ini, Allah mengajak semua pihak yang bertanggung jawab atas kemurnian dan kebersihan perilaku manusia untuk menikah dengan laki-laki yang tidak memiliki istri, baik janda maupun anak laki-laki dan wanita yang tidak memiliki istri. gadis-gadis

Tafsir Surat An Nur Ayat 32

Demikian pula budak laki-laki atau perempuan yang berhak dinikahi juga harus mendapat kesempatan yang sama.

Surat An Nur [24:20 32]

Panggilan ini berlaku untuk semua wali (wali nikah) seperti ayah, paman dan saudara laki-laki yang bertanggung jawab atas perlindungan keluarganya. Pernikahan tidak boleh dicegah. ., asalkan syarat untuk menikah terpenuhi.

Dengan cara ini keluarga yang sehat, bersih dan terhormat terbentuk. Sebuah bangsa akan terbentuk dari keluarga itu dan bangsa atau bangsa-bangsa itu pasti akan kuat dan terhormat. Itulah sebabnya Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan:

Pernikahan adalah bagian dari sunnah saya. Barang siapa yang membenci sunnahku, dia bukan dari golonganku. Mereka tidak mampu memenuhi semua kebutuhan pernikahan dan rumah mereka, untuk mendorong orang dan membantu mereka untuk melaksanakan niat baik mereka.

Jangan sampai kemiskinan seseorang menjadi alasan batalnya suatu perkawinan, kecuali jika benar-benar dapat diharapkan darinya dengan niat yang kuat untuk menikah. Barangsiapa mengetahui bahwa di akhir hari kiamat, Allah akan membukakan pintu-pintu yang halal, rizki yang baik untuknya dan melimpahkan kepadanya rahmat dan kasih sayang-Nya.

Tafsir Sufi Cahaya Di Atas Cahaya, Surah An Nur.

Sesungguhnya Allah itu luas di lengan dan lengan-Nya, pengetahuan-Nya luas. Dia menambah rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah-Nya.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Allah mendorong dan mendorong pernikahan dan memerintahkan orang untuk menikah dengan orang bebas dan budak, dan Allah telah berjanji untuk memberikan kekayaan yang cukup untuk keluarga.

Latha demi Allah: kesucian pernikahan, kinerja buku, Mujahid demi Allah. (diriwayatkan oleh Ahmad)

Ada tiga jenis orang yang Allah Ta’ala memiliki kewajiban untuk membantu: mereka yang menikah dengan tujuan menjaga kesucian mereka, budak yang mencoba membebaskan pemiliknya dengan membayar tebusan, dan mereka yang mencari jalan Allah. Sejarah Ahmad;

Surah An Nuur Ayat 55 [qs. 24:55] » Tafsir Alquran (surah Nomor 24 Ayat 55)

Tafsir ayat 35-37 Surat Jat menceritakan tentang dua hal. Alasan pertama adalah bahwa orang-orang yang tidak percaya pantas dihukum. Hal lain tentang akhir dari surah ini,…

Tafsir ayat 32-34 Surat Jat berbicara tentang dua hal yang saling berhubungan. Yang pertama menyangkut pertobatan orang-orang kafir di akhirat. Yang kedua adalah tentang ketakutan mereka…

Tafsir adalah salah satu syarat Hari Pembalasan dalam ayat 29-31 Surat Jat. Kondisi adalah catatan perbuatan manusia dimana…

Beberapa waktu yang lalu, penulis berkesempatan untuk berbincang dengan Pak Islah Gusman untuk sedikit konsultasi mengenai kajian naskah kuno di Indonesia. Dia yang … dan hari-hari yang benar akan menyertai Anda jika ada.

Tafsir Surat An Nur Ayat 32

Terjemahan: Dan nikahi kamu yang masih lajang dan hambamu serta hambamu yang berhak (untuk dinikahi). Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Dan (hai orang-orang beriman) nikahilah dia yang tidak mempunyai pasangan, baik laki-laki merdeka, perempuan merdeka, maupun laki-laki baik dari antara budak dan budak mereka. Ya, orang-orang yang ingin menikah untuk menjaga kehormatan mereka adalah miskin dan Allah pasti akan menyediakan bagi mereka. Dan Allah luas, Rahmat-Nya berlimpah, Rahmat-Nya besar, Dia mengetahui kondisi hamba-hamba-Nya.

Artinya laki-laki yang belum menikah atau perempuan yang belum menikah harus ditolong agar bisa menikah. Dalam ayat tersebut, Lafaz Saleh dapat diartikan dengan agama yang baik dan juga dapat diartikan dengan agama yang layak. Jika dimaknai dengan itikad baik, maka berarti hamba itu diperintahkan untuk menikahi laki-laki yang baik dan seorang wanita yang baik terhadap ketakwaannya, dan lagi-lagi karena orang yang berzina. Maknanya memperkuat apa yang disebutkan di awal surah, yaitu, dilarang menikah dengan laki-laki, berzina, dan berzina sampai mereka bertobat. Bisa juga berarti bahwa mereka yang berhak kawin lagi membutuhkannya dari budak laki-laki dan perempuan. Makna ini diperkuat dengan pernyataan bahwa Sayyid (hamba) tidak diperintahkan untuk menikahi budaknya sampai dia menikahinya. Kedua makna ini tidak begitu jauh, Tuhan tahu. Oleh karena itu, asumsinya adalah jika Anda menikah, Anda bisa menjadi miskin karena banyak kerabat. Pernikahan dianjurkan dalam ayat ini dan janji Allah akan memberi mereka yang menikah cukup untuk menghidupi diri mereka sendiri. Dia mengetahui siapa yang berhak menerima karunia agama dan dunia, atau siapa yang tidak, maka Dia menganugerahkan kepada masing-masing sesuai dengan pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya.

– Setelah pernyataan Ayat al-Hussan dalam Al-Qur’an datang perintah menikah untuk menjaga kesucian keluarga. Dan menikah, yaitu tolong-menolong untuk menikah, membantu yang masih lajang agar hidup tenteram dan terhindar dari zina dan perbuatan terlarang lainnya, dan membantu yang layak dinikahi dengan budak dan wanitanya. Jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka kekuatan dengan karunia-Nya. Dan Allah kaya dengan nikmat-Nya. Harta-Nya tidak akan berkurang, betapapun banyaknya harta yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya, Yang Maha Mengetahui. 33. Jika petunjuk-petunjuk pada alinea sebelumnya ditujukan kepada para wali atau pihak-pihak yang dapat membantu dalam perkawinan, maka petunjuk-petunjuk dalam ayat ini adalah kepada para pria bahwa mereka tidak boleh memaksa para wali untuk mendesak mereka ke dalam perkawinan. Dan orang-orang yang tidak dapat menikah, hendaknya menjaga kesucian dirinya dengan puasa atau perbuatan lainnya hingga Allah memberikan kekuatan kepada mereka dengan rahmat-Nya dan memudahkan mereka untuk menikah. Dan jika hambamu menginginkan akad, yaitu akad untuk membebaskan diri dengan membayar tebusan, maka kamu harus membuat akad dengan mereka jika kamu mengetahui bahwa ada kebaikan di dalamnya, yaitu jika kamu mengetahui bahwa mereka akan mampu. melakukan tugas. Tanggung jawab, mampu mengendalikan diri dan mampu tuntunan agamanya; Dan berilah mereka sebagian dari harta yang Allah berikan kepadamu berupa zakat, agar mereka dibebaskan dari perbudakan mereka. Dan janganlah kamu memaksa hamba-hambamu untuk melakukan zina, meskipun mereka sendiri menginginkan kesucian, hanya agar kamu dapat mengambil manfaat dari percabulan dalam kehidupan duniawi. Barang siapa yang memaksa mereka melakukan kehinaan seperti itu, maka Allah Maha Pengampun terhadap wanita yang dipaksa setelah mencapai mereka dan orang yang memaksanya, dosa-dosa mereka sendiri.

Pdf] Tafsir Maariful Quran Surahwise (english)

• • • • • Artikel: www.tafsirweb.com • • • • • Ikuti, Suka, dan Bagikan | Akun Resmi Quran Sharif: Facebook, Instagram, Telegram, Situs Web

Surat an nur ayat 32 latin, tafsir surah an nur, tafsir surat an nur ayat 35, tafsir surah an nur ayat 32, tafsir surat an nur, tafsir surat an nur ayat 2, tafsir an nur, tafsir surat an nur ayat 60, an nur ayat 32, qs an nur 32, surat an nur ayat 32, qs an nur ayat 32