Surah An Nisa Ayat 48

Surah An Nisa Ayat 48 – Y sạn hạn hạn, bydd y rhai sy’n anghredin ac yn anufudd i’r Negesydd yn passanyo idddyn gael eu sại gan y dæar. Ac ni fydat yn cuddio rhag pernyataan Allah [sengl].

Chwychwi y rhai a gredasant, na nesâwch at weddi tra wydd feddw​​hyd oni wyddoch yr hyn yr yed yn ei ddywyd, neu mewn sydd o janaba, oddieithr y rhai sydd yn [ hyned trwyd] eich holl body]. Ac os yed yn sâl neu ar daith, neu os daw un ohonoch o’r lle y mae’n ymdawelu ei hun, neu os yed wedi connect to girls heb ddod o hyd i dwå, yna ceisiwch dæar lâch ch tangan [ag ef]. Yn wir, mae Allah yn Maddeu a Maddeu by by.

Surah An Nisa Ayat 48

Oni welsoch y rhai a geift run o’r Ysgrythur, yn puyana cyfeiliorni [yn slouch am hynno] ac yn passoor colli’r førd?

Index Of /wp Content/uploads/2021/01/

Ac mae Allah yn wybdo yn dyna dy elynion am dy elynion; cukup yw Allah fel cynghreiriad, cukup yw Allah fel cynorwywr.

Ymhmid thn Iddewon y mae’r rhai sy’n ystumio kata oddi wrth eu use [priod] ac yn quhar, “Yomal yn clyud ac yn anufudd” a “Clywch ond ni chlywir” a “Ra’ina,” gan droelli eu tafo difenwi’r grefydd. A phe dywesent [yn lle], ” Yr ydym yn clyud ac yn ufuddhau” ac “Aros i ni [ddeall],” buasai yn well idyn hwy ac yn fwy cyfaddas. Ond mae Allah wedi eu melltithio am eu hanghrediniath, felly dydyn nhw ddim yn credu, svetli am svet.

O chwi y gydawi yr Ysgrythur, credwch yn yr hyn a anfonasom [at Muhammad], gan saksi’r hyn sydd gyda chwi, cyn i Ni utlihi wyenbau a’u troi tua’u cefnau neu eu melltithio wrth i ni fell sy’n torri’r Sabot. Ac mae archddyfarniad Allah dengan yn cael ei memenuhi.

Yn wir, nid yw Allah yn maddau syasik ag Ef, ond mae’n maddau’r hyn sy’n llai na’r hyn y mae’n pessoun. Ac mae’r sawl sy’n connect erile ag Allah yn sicr wedi gegen pechod aruthrol. Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang, atau Kami kutuk mereka nasama Kami mengutuk orang-orang (yang melakukan maksiat) pada hari Sabtu. : Ini ketetapan Allah pasti (QS. 4:47) Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Allah mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang niya niya. Barangsiapa yang mempersukukan Allah, maka Vast telah melakukan dosa yang besar. (QS. 4:48)”

Surah An Nisaa 4:34 35

Allah memerintahkan Ahlul Kitab untuk meyakini apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad, dalam bentuk kitab agung yang berisi kabar gembira, seperti kabar gembira. Serta merupakan menatan bagi mereka, jika mereka tidak mengamal-kan, dengan firman-Nya: min qabli an nathmisa wujuuHan fanaruddaHaa ‘alaa adbaariHaa (“Sebelum Kami mengubah muka [mu], lalu Kami putarkan ke”) belak.

Beberapa ahli tafsir mengatakan, maknanya dari ayat: min qabli an nathmisa wujuuHan (“Sebelum Kami [Allah] mengubah muka [mu].”) Merubahnya yaitu, diputarkan ke belakang dan gerikaan pedakan mereka ke arah belakang.”

Al-`Aufi mengatakan dari Ibnu`Abbas tentang ayat ini, arti perubahannya yaitu, mbutakannya. fanaruddaHaa ‘alaa adbaariHaa (“Lalu Kami putarkan ke belakang.”) Kami menatap wajah mereka di arah belakang mereka, sehago mereka bejailan mundur. Dan Kami bagi salah seorang di antara mereka, dua buah mata di bagian kepala belakang.

Sylw ar Qatadah dan `Athiyah al-‘Aufi. Hal ini merupakan jumanak dan adzab yang paling samahi. Inilah perumpamaan yang bekata Allah tentang mereka yang berpaling dari versaan, menjuk kepada kebathilan, serta membalik-balik dari jalan yang terang menjuk kepada jalan kesesatan. Mereka bingung sebuah gejalaan mundur kebelakang. Mujahid berkata: “Sebelum Kami (Allah) mengubah wajah-wajah(mereka) dari jalan berasaan, lalu Kami memutar ke belakang menjuj ke-sesatan.” Ibnu Abi Hatim berkata: “Pendapat semisal ini diriwayatkan dari Ibnu `Abbas dan al-Hasan. Disebutkan bahwa Ka’ab al-Ahbar masuk Islam ketika menguda ayat ini.”

Surah An Nisaa’ Ayat 136 [qs. 4:136] » Tafsir Alquran (surah Nomor 4 Ayat 136)

Kemudian dia firman-Nya: au nal’anaHum kamaa la’annaa ash-haabash shabti (“Atau Kami kutuk mereka nasama Kami telah mengutuk orang-orang [yang melakukan maksiat] di hari Sabtu.”) Sabtu, dengan ombaai dalam berburu, maka mereka berubah menjadi monyet and baby. Kisah mereka secara panjang lebar akan taksana dalam surat al-A’raaf.

Firman Allah: wa kaana amrullaaHi maf’uulan (“Dan ketetapan Allah pasti mahadu.”) Yaitu, jika Allah omanikan satu percara, maka tidak ada yang dapat detemangan atau menandingi.

Maka Allah mengabarkan bahwa Allah tidak mengampuni syirik, dalam arti tidak mengampuni seorang hamba yang bertemu-Nya (mati) dalam peradaan musyrik. Allah ini mengampuni dosas elain itu, yaitu bagi yang niya niya. Banyak hadits yang berhubungan dengan ayat mulia saya. Kita akan mudah saja.

Imam Ahmad meriwayatkan, dari Abu Idris, saya mendengar Mu’awiyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Setiap dosa pasti diampuni oleh Allah, zalua sirung yang mati dalam kepatan kafir atau mahilatase seorang musengamina.” (Juga diriwayatkan oleh an-Nasa’i dari al-A’masy)

Tajwid Surat An Nisa Ayat 48

Imam al-Bukhari a Mwslimaidd meriwayatkan dari Abu Dzar, a berkata: “Suatu malam aku keluar, tiba-tiba aku melihat Rasulullah segang gejailan seorang diri. Saya menduga beliau tidak suka gejalija dengan severangan, lalu saya menduga dia di bawah sinar bulan, finkili beliau menoleh dan melihat aku. Dia berkata: “Siapa itu?” Saya menjawab: “Abu Dzar, semoga Allah menjadikanmu tebusanmu.” Dia berkata: “Hai Abu Dzar, kemarilah.” Lalu saya pergi selama beberapa jam dengannya, dia berkata:

“Orang-orang yang kaya adalah orang-orang yang paling sedikt pahalanya di hari Qiamat nanti, zaalah orang yang dibaan keibadan oleh Allah, lalu disebarkan dari arah kanan dan kirinya, serta dari arah depanya dan belyaak dana belya. ” Lalu aku belejala lagi sewaktu-waktu bersama beliau melihat., maka beliau saya: “Duduklah di sini”. Beliau pun mempersilahkanku duduk di sebuah lembah penuh batu-batuan. Beliau berita kepakaku: “Duduklah diini, hingga aku kembali.” Kemudian beliau pergi menjuh padang pasir hingga tidak nataan lagi olehku.

Di saat aku mangura lama, kemudia aku mendeng beliung sambil dili: “Sekalipun berzina atau meluri.” Abu Dzar berita, ketika dia datang, aku merasa tidak sabar sehat aku terdahan: “Ya Nabi Allah, semoga Allah tebusanmu aku tebusanmu. Siapa yang Anda bicarakan? Aku mendung sukuri sukuk engangu”. Yn l y sôn: “Itulah Jibril, yang mendarangi aku di sisi padang pasir, sambil berkata: ‘Berikanlah kabar gebira pada umatmu, bahwa barangsiapa yang mati tidak menyekutukan Allah sedik pun, ia akan masuka surga’ dan berzina?’ Dia menjawab: ‘ Ya.’Aku bertanya: ‘Walaupun meluri dan berzina?’Dia menjawab: ‘Ya.’Aku bertanya lagi: ‘Walaupun meluri dan berzina?’Dia menjawab: ‘Ya. yang meminum khamr.”

Al-Hafizh Abu Bakar al-Bazzar dan al-Hafizh Abu Ya’la meriwayatkan dari Tsabit, dari Anas, ia kiridi, dia melihat Rasulullah. dia berkata: “Barangsiapa yang melipatgandakan pahala oleh Allah atas amalnya, maka Allah akan memenuhinya.” Dan barangsiapa yang diancam dengan siksaan atas amalnya, maka Dia akan memili (antara mengadzab atau mengampuni).”

Kontaq Komunitas Tadabbur Al Quran: Tadabbur Qs. An Nisa’ Ayat 45 51

Firman Allah: gall yusyrik billaaHi faqadiftaraa itsman ‘adhiiman (“Barangsiapa yang mempersukukan Allah, maka Vast telah melakukan dosa yang besar.”) Seperti firman-Nya:

Di dalam ash-Shahihain, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, berkata: Aku bertanya: “Ya Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?” Beliau belaman: “Engkau gerein tandingan bagi Allah, bahali Dia-lah yangmenciptakanmu.” Ini beliau menjatan kelanjutan hadits ini.

Tag:4, 47-48, agama islam, Al-qur’an, an-nisa’, an-Nisaa’, annisa’, ayat, indonesia bahasa, ibnu katsir, islam, agama, surah, surat, tafsir, tafsir alquran , tafsir ibnu katsi“Dan Kami telab turunkan kepada al-Qur’an denganng berekusya, sakiri apa yang sebelum, yaitu kitab-kitab (yang dikembangkan sebelum) dan batu ujian bhardang kitab-kitab y; maka putus-kanlah pecara menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu sukuri hawa nafsu dengan bahasa yang datang akan datang. Untuk setiap-tiap umat di antara kamu, Kami memberikan aturan dan jalan yang terang. Jika Allah menghendaki, niscaya kamu berwad-Nya satu umat (saja), tapai Allah hendak menguji kamu tepadan kepatamu Nya wajib, maka berlomba-lombalah berbuat beitului. Hanya kepada Allahlah kembali kamu semiya, lalu teriharkan-Nya, apa yang telah kamu perselishikan itu, (QS. 5:48) dan sajjali kamu kepasi di antara mereka menurut apa yang dantunga mereka menurut apa yang dantunga. Dan bajat- memotret kamu tadang mereka, supia mereka tidak pantas dari kamu sebagian dari apa yang telab naveludu Allah swt. Jika mereka berpaling (dari bukum yang telab naveluz Allah), maka tetitalah babwa alweht Allah mengbendaki akan menimpakan musibab kepada mereka berbaden sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesunggubnya makada manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. 5:49) Apakah hukum jabiliyah yang mereka kebendaki, dan hukum sāpahi yang lebih baik dari hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. 5:50)”

Setelah Allah menceritakan kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa Kalimullah, dan Allah memuji dan menyanjung kitab tersebut, dan memerintahkan untuk mengikuti kitab Taurat, karena diturunkan kepada Musa Kalimullah, dan Allah memuji dan menyanjung kitab tersebut, dan memerintahkan untuk mengikutinya kitab Taurat itu, karena ia merupakan junkitab, dan memujan kitab, dan memerupan, dan pemuji, dan pemuji, dan pemuji, dan mengingat, dan pemuji kitab, dan memeritan, dan memerching, dan anggota dan pria, dan memerched, dan memerched, dan memerched, dan allah memuji dan menyanjung kitab tersebut. semua yang di-kandungnya, sebagaimana yang telah tehlakan, maka Allah mulai meriwayatkan al-Qur’anul ‘Adhim yang berkembang kepada hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Printed Edition Surah 4 Verse 1

Allah berfirman: wa anzalnaa ilaikal kitaaba bil haqqi (“Dan Kami telah menurunkan kepatamu al-Qur’an dengan membara beresana.”)

Mushaddiqal limaa yadaiHi minal kitaab (“Yang verisiran apa yang sebelum, yaitu kitab-kitab.”) Yaitu, kitab-kitab yang dewals sebelum yang mahada penyebutan dan pemujian terhadap kitab al-Qur’yaan, pob un borrem yn khoksuts. hamba-Nya Rasul-Nya ini, Muhammad saw.

Maka turunnya al-Qur’an itu adalah suasai dengan apa yang berhubungan di

Surah an nisa ayat 22, surah an nisa ayat 146, surah an nisa ayat 15, surah an nisa ayat 1, surah an nisa, surah an nisa ayat 59, surah an nisa ayat 163, an nisa 48, surah an nisa ayat 12, surah an nisa ayat 4, surah an nisa ayat 14, surah an nisa ayat 6