Pengertian UMKM Menurut Para Ahli: Definisi dan Pendapat Ahli Terkait UMKM

UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah adalah jenis bisnis yang menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Menurut beberapa ahli, UMKM adalah bentuk bisnis yang dijalankan oleh individu atau kelompok yang memiliki modal terbatas, sumber daya manusia yang terbatas, jangkauan pasar yang kecil serta kapasitas produksi yang tidak terlalu besar. Meskipun begitu, UMKM masih menjadi solusi terbaik bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka. Yuk, kita coba simak pengertian UMKM menurut para ahli dalam artikel ini.

Pengertian UMKM menurut Para Ahli

1. Definisi UMKM

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2008, UMKM didefinisikan sebagai usaha yang memiliki aset tidak lebih dari Rp 10 miliar dan omzet tidak lebih dari Rp 50 miliar per tahun serta mempekerjakan karyawan tidak lebih dari 100 orang.

2. Jenis UMKM

UMKM dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan besar bahan baku dan sumber daya manusia yang digunakan. Usaha mikro merupakan usaha yang menggunakan bahan baku dan tenaga kerja sedikit, usaha kecil menggunakan bahan baku dan tenaga kerja sedang, sedangkan usaha menengah membutuhkan bahan baku dan tenaga kerja yang lebih banyak.

3. Fungsi UMKM

UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian negara. Selain berperan dalam menciptakan lapangan kerja, UMKM juga berperan dalam menggerakkan roda perekonomian melalui kontribusi pajak yang diberikan dan konsumsi dari masyarakat.

4. Keuntungan Berusaha di UMKM

Berusaha di UMKM memberikan keuntungan, seperti fleksibilitas, kontrol penuh atas usaha, dan kemampuan untuk merespons pasar dengan cepat. Selain itu, berusaha di UMKM juga memberikan peluang untuk tumbuh secara organik, mengembangkan koneksi, dan membangun reputasi dalam industri.

5. Tantangan UMKM

UMKM menghadapi tantangan dalam pengembangan usaha. Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, kurangnya akses terhadap sumber daya manusia berkualitas, persaingan dengan perusahaan besar dan meningkatnya biaya pengembangan usaha.

6. Pelatihan Dan Pembinaan Bagi UMKM

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada UMKM melalui program pelatihan dan pembinaan. Pelatihan dan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan UMKM sehingga dapat bersaing dan tumbuh berkembang.

7. Koperasi Sebagai Pendukung UMKM

Koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan UMKM. Dengan bergabung dalam koperasi, UMKM dapat memperoleh akses ke pasar, teknologi, modal, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

8. Sumber Marginalisasi

Sumber marginalisasi dalam UMKM meliputi ketidakmerataan pendapatan, fasilitas dan jaringan yang kurang baik, akses ke pasar yang tidak merata, dan ketetapan kebijakan yang tidak adil bagi pelaku UMKM.

9. Peran Media Sosial Dalam UMKM

Media sosial memiliki peran penting dalam perkembangan UMKM. Dalam era digital saat ini, media sosial memberikan akses ke pasar yang lebih luas dan efektif. Selain itu, media sosial juga memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dengan pelanggan serta mempromosikan produk dan jasa.

10. Pandemi Dampak Terhadap UMKM

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap UMKM. Penurunan konsumsi, produksi, dan distribusi menjadi tantangan utama bagi UMKM. Namun, UMKM dapat merespons situasi ini dengan meningkatkan pemasaran online dan inovasi produk serta layanan. Implementasi cara ini dapat membantu mempertahankan jalur bisnis dan bertahan dalam situasi yang sulit.

H2: Pengertian UMKM Menurut Para Ahli yang Perlu Anda Ketahui

Jika Anda masih meraba-raba mengenai apa itu UMKM dan bagaimana definisi UMKM menurut para ahli, berikut adalah informasi lengkap yang perlu Anda ketahui.

1. Pengertian UMKM secara umum
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah bentuk usaha yang memiliki jumlah karyawan, omzet, dan aset yang terbatas. Usaha ini biasanya dimiliki oleh individu atau kelompok kecil dan memiliki skala yang relatif kecil.

2. UMKM menurut Undang-Undang
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, UMKM adalah usaha yang memiliki kriteria maksimal memiliki kekayaan bersih Rp 2,5 miliar dan memiliki omzet maksimal Rp 50 miliar.

3. UMKM menurut Badan Pusat Statistik
Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2019, terdapat sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia. UMKM ini merupakan sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

4. UMKM di sektor formal dan informal
UMKM dapat ditemukan di sektor formal dan informal. UMKM di sektor formal memiliki izin usaha dan terdaftar sebagai badan usaha yang resmi. Sedangkan UMKM di sektor informal tidak memiliki izin usaha dan seringkali beroperasi secara ilegal.

5. Dinamika UMKM di Indonesia
UMKM di Indonesia memiliki dinamika yang khas. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan UMKM antara lain tarif dan kelangkaan bahan baku, birokrasi yang rumit, akses terhadap modal, dan persaingan bisnis yang ketat.

6. Jenis-jenis UMKM
UMKM dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan sektor usaha dan besaran modal yang digunakan. Beberapa jenis UMKM antara lain industri rumah tangga, usaha jasa, dan usaha perdagangan.

7. Peran UMKM dalam perekonomian Indonesia
UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM dapat menyerap tenaga kerja secara besar-besaran, mengurangi pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

8. Tantangan dan peluang bagi UMKM
UMKM dihadapkan dengan beberapa tantangan, seperti biaya produksi yang tinggi, akses terhadap pasar yang terbatas, dan keterbatasan akses terhadap modal. Namun, UMKM juga memiliki peluang besar untuk berkembang, khususnya dalam era digital.

9. Dukungan pemerintah terhadap UMKM
Pemerintah Indonesia telah memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM, antara lain melalui program kredit usaha rakyat dan kemitraan. Pemerintah juga mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

10. Pentingnya pemahaman mengenai UMKM
Pemahaman yang baik mengenai UMKM akan membantu kita memahami peran penting UMKM dalam perekonomian Indonesia dan berkontribusi terhadap pengembangan UMKM. Dengan demikian, kita dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia.

III. Pengertian UMKM menurut Para Ahli

Menurut berbagai ahli, terdapat beberapa pengertian tentang UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah. Berikut ini adalah beberapa pengertian UMKM menurut para ahli:

1. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM adalah usaha yang memiliki skala usaha kecil, melaksanakan kegiatan produksi, ekonomi, dan sosial dengan jumlah karyawan maksimal 99 orang serta memiliki nilai aset tidak lebih dari 200 miliar rupiah.

2. Menurut Arif Budimanta, UMKM adalah usaha yang memiliki turnover kurang dari 1 miliar rupiah dan jumlah karyawan tak lebih dari 50 orang.

3. Ada juga yang memandang UMKM dari sudut pandang modal. Menurut Wijanto Hadipuro, UMKM adalah usaha yang modalnya kurang dari 50 juta rupiah.

4. Menurut Arie Sudjito, UMKM dapat didefinisikan sebagai usaha dengan jumlah karyawan di bawah 100 orang dan omzet kurang dari 1 miliar rupiah per tahun.

5. Pengertian UMKM menurut Suad Husnan adalah jenis usaha yang memiliki jumlah karyawan di bawah 300 orang dan omzet kurang dari 50 miliar rupiah per tahun.

Dari kelima pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM adalah usaha yang memiliki skala kecil dengan nilai aset, jumlah karyawan, dan omzet yang terbatas. Namun meski kecil, UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional karena mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian lokal, dan membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Melihat hal tersebut, pemerintah pun memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan perkembangan dan kesejahteraan UMKM. Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa modal usaha serta akses perbankan yang mudah bagi pelaku UMKM.

Namun, untuk mencapai kesuksesan dan berkembangnya UMKM diperlukan pula manajemen yang baik dan efektif dalam menjalankan usahanya. Berikut ini adalah beberapa faktor penting dalam manajemen UMKM:

1. Struktur organisasi yang jelas dan efektif
2. Pengelolaan keuangan yang baik dan efisien
3. Pemasaran yang tepat dan efektif
4. Sumber daya manusia yang berkualitas
5. Inovasi dalam produk dan jasa yang ditawarkan

Tak hanya itu, UMKM juga perlu memiliki keunggulan kompetitif untuk bisa bersaing di pasar yang semakin ketat. Salah satu cara untuk meningkatkan keunggulan kompetitif adalah dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk baru serta meningkatkan kualitas produk yang sudah ada.

Dalam rangka meningkatkan manajemen UMKM, pemerintah menyediakan beberapa program pelatihan dan pendampingan gratis bagi pelaku UMKM. Program-program tersebut antara lain pelatihan manajemen, pemasaran, dan keuangan, serta bimbingan teknologi dan akses ke pasar.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah serta manajemen usaha yang baik dan efektif, diharapkan UMKM dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Faktor Penting dalam Manajemen UMKM Penjelasan
Struktur organisasi Membangun struktur organisasi yang jelas dan efektif agar dapat menjalankan manajemen yang baik
Pengelolaan keuangan Mengelola keuangan dengan baik agar lebih efisien dan menghindari kerugian yang besar
Pemasaran Menentukan dan memilih jenis pemasaran yang tepat agar bisa menjangkau konsumen secara maksimal
Sumber daya manusia Mengelola sumber daya manusia agar bisa bekerja secara optimal sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing
Inovasi produk dan jasa Meningkatkan kualitas produk dan jasa, serta melakukan penelitian dan pengembangan produk baru untuk meningkatkan keunggulan kompetitif

Terima Kasih Sudah Membaca

Sekian artikel tentang pengertian UMKM menurut para ahli. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semua pembaca, khususnya untuk para pelaku UMKM. Jangan lupa untuk terus berkunjung ke situs ini untuk mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya seputar dunia bisnis. Sampai jumpa lagi!