Pengertian Resign dan Konsep yang Perlu Dipahami

Resign atau istilah kerennya pemberhentian diri dari pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang di perusahaan. Banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk resign, seperti ingin berpindah ke perusahaan yang lebih baik, ingin fokus di bidang yang berbeda atau ingin mengambil cuti panjang untuk bersantai. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk resign, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Simak artikel berikut untuk lebih memahami pengertian resign.

Alasan Seseorang Resign

Banyak faktor yang membuat seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Beberapa alasan umum mengapa seseorang memilih untuk resign yaitu:

1. Keinginan untuk Mengembangkan Diri

Seseorang mungkin merasa sudah tidak lagi cocok dengan pekerjaannya dan ingin mencari pengalaman baru yang lebih sesuai dengan minat atau talenta mereka. Bisa jadi mereka ingin mencoba bekerja di industri atau bidang yang berbeda, belajar hal-hal baru, serta mendapatkan tantangan dan peluang yang lebih besar.

2. Kepuasan Kerja yang Rendah

Kepuasan kerja bisa menjadi faktor penting yang membuat seseorang memutuskan untuk resign. Jika seseorang merasa tidak lagi senang atau terlibat dalam pekerjaannya, maka mereka bisa menjadi tidak termotivasi untuk bekerja keras atau menghasilkan kinerja yang baik. Oleh karena itu, resign bisa menjadi cara terbaik bagi mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih cocok dan memberikan kepuasan kerja yang lebih tinggi.

3. Masalah dengan Atasan atau Rekan Kerja

Baik masalah dengan atasan atau rekan kerja bisa menjadi pemicu seseorang untuk resign. Jika seseorang merasa bahwa atasan atau rekan kerja mereka tidak mendukung, kurang kooperatif, atau bahkan memperlakukan mereka dengan tidak adil, maka mereka bisa memilih untuk resign dan mencari lingkungan kerja yang lebih baik.

4. Upah dan Benefit yang Tidak Memuaskan

Upah dan benefit yang tidak memuaskan juga bisa menjadi alasan seseorang resign. Jika seseorang merasa bahwa upah dan benefit yang diberikan tidak sesuai dengan kinerja atau tanggung jawab mereka, maka mereka bisa memilih untuk mencari pekerjaan dengan gaji dan tunjangan yang lebih baik.

5. Masalah Keluarga

Masalah keluarga juga bisa menjadi faktor yang membuat seseorang memutuskan untuk resign. Beberapa contoh masalah keluarga yang bisa mempengaruhi keputusan seseorang untuk resign seperti harus merawat anggota keluarga yang sakit atau harus pindah ke tempat lain karena alasan keluarga.

6. Kondisi Kesehatan yang Kurang Baik

Kondisi kesehatan yang kurang baik juga bisa membuat seseorang memutuskan untuk resign. Jika seseorang merasa bahwa pekerjaannya mempengaruhi kondisi kesehatan mereka secara langsung, maka resign bisa menjadi opsi yang lebih baik daripada terus menerus memperburuk kondisi kesehatan mereka.

7. Masalah dengan Kebijakan Perusahaan atau Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Masalah dengan kebijakan perusahaan atau lingkungan kerja yang tidak sehat bisa menjadi faktor lain yang membuat seseorang memilih untuk resign. Jika seseorang merasa bahwa perusahaan atau lingkungan kerja mereka tidak mendukung atau memenuhi kebutuhan mereka, maka resign bisa menjadi cara terbaik untuk mencari pekerjaan di tempat yang lebih baik.

8. Kesulitan Menyeimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi juga bisa menjadi faktor yang membuat seseorang memutuskan untuk resign. Jika seseorang merasa bahwa pekerjaannya mengambil terlalu banyak waktu dan energi mereka, maka mereka bisa memilih untuk mencari pekerjaan yang memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan mereka.

9. Pengaruh Lingkungan yang Negatif

Lingkungan kerja yang negatif bisa mempengaruhi mental dan emosional seseorang. Jika seseorang merasa bahwa lingkungan kerja mereka tidak sehat atau bahkan toksik, maka mereka bisa memutuskan untuk resign dan mencari lingkungan kerja yang lebih positif dan mendukung.

10. Keputusan untuk Merubah Karir atau Hidup

Akhirnya, keputusan untuk merubah karir atau hidup juga bisa membuat seseorang memilih untuk resign. Jika seseorang merasa bahwa mereka telah mencapai titik dalam hidup mereka di mana mereka ingin mengambil arah yang berbeda atau memiliki tujuan hidup yang berbeda, maka resign bisa menjadi cara terbaik untuk memulai hal baru dan beranjak ke masa depan yang lebih baik.

Alasan Seseorang Melakukan Resign

Pengertian resign sudah kita bahas pada bagian sebelumnya, kali ini kita akan membahas lebih lanjut alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang dijalani. Terdapat beberapa alasan yang umum terjadi dan kali ini kita akan membahas 10 alasan utama yang sering terjadi.

Tidak Menemukan Passion dalam Pekerjaan

Seseorang dapat merasa tidak puas dengan pekerjaannya karena tidak menemukan passion dalam pekerjaan tersebut. Mereka dapat merasa bahwa pekerjaan mereka tidak memberikan kepuasan dan tiap hari hanya menjalankan rutinitas tanpa menyenangkan hati. Dalam jangka waktu yang panjang, kondisi seperti ini dapat menyebabkan burnout.

Ketidakpuasan Terhadap Atasan atau Lingkungan Kerja

Suasana kerja serta hubungan dengan rekan kerja dapat sangat memengaruhi kenyamanan di tempat kerja. Apabila hubungan dengan atasan atau rekan kerja tidak sehat, seseorang akan merasa tidak nyaman. Hal ini dapat memengaruhi produktivitas serta performa kerja yang dihasilkan. Faktor ini menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak karyawan memilih resign dari tempat kerja mereka.

Kurangnya Penghargaan dan Insentif

Karyawan yang tidak merasa dihargai di tempat kerja dapat merasa tidak termotivasi untuk bekerja lebih keras. Terkadang hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya insentif, tidak adanya promosi, atau bahkan gaji yang tidak mencukupi. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak dihargai dan akhirnya memilih untuk resign.

Tidak Cocok dengan Tugas yang Diberikan

Tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan dapat menjadi faktor penting dalam menentukan apakah suatu pekerjaan sesuai atau tidak dengan karyawan tersebut. Apabila tugas dan tanggung jawab yang diberikan tidak sesuai dengan minat atau kemampuan karyawan, maka karyawan tersebut akan merasa tidak nyaman. Akhirnya, mereka dapat memutuskan untuk resign agar mencari pekerjaan yang lebih sesuai.

Terlalu Banyak Tuntutan dan Tekanan

Pekerjaan yang menuntut kerja keras dapat sangat melelahkan, terutama ketika kerja keras tidak diimbangi dengan penghargaan atau insentif yang pantas. Selain itu, tekanan dari atasan untuk menyelesaikan tugas dapat mempengaruhi kesehatan mental serta fisik. Apabila seseorang merasa beban atau tekanan yang semakin bertambah, mereka akan merasa terbebani dan memilih untuk resign.

Tidak Ada Ruang untuk Pengembangan Karir

Banyak orang memandang pekerjaan sebagai tempat untuk berkembang. Apabila seseorang merasa bahwa tidak ada kesempatan untuk pengembangan karir di tempat mereka bekerja, mereka akan merasa mundur dari rekan-rekan mereka di bidang yang sama. Kesempatan untuk meningkatkan skill dan peluang promosi yang sulit diperoleh dapat menjadi alasan seseorang memilih resign.

Perusahaan Mengalami Masalah Finansial

Suatu perusahaan yang mengalami masalah keuangan dapat menjadi alasan untuk karyawan keluar dari perusahaan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan karyawan merasa tidak aman dan tidak stabil dalam pekerjaan mereka. Selain itu, penghematan yang dibuat oleh perusahaan untuk mengatasi masalah finansial dapat memengaruhi performa karyawan dan menyebabkan karyawan merasa kurang dihargai.

Mendapat Tawaran Pekerjaan yang Lebih Baik

Mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik, seperti gaji yang lebih tinggi, posisi yang lebih baik, atau lingkungan kerja yang lebih kondusif, dapat memicu seseorang untuk memilih resign dari pekerjaan sebelumnya. Tawaran pekerjaan yang lebih menguntungkan dapat memberikan ketenangan pikiran serta kemungkinan untuk berkembang lebih baik.

Mendapat Tawaran Pendidikan di Luar Negeri

Banyak karyawan yang memutuskan untuk resign dari pekerjaan mereka karena mereka mendapatkan tawaran beasiswa untuk studi di luar negeri. Studi di luar negeri memberikan kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman yang dapat meningkatkan peluang karir di masa depan. Oleh karena itu, banyak karyawan yang memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka untuk mengejar kesempatan studi di luar negeri.

Perusahaan Menetapkan Kebijakan yang Tidak Disetujui

Kebijakan yang tidak disetujui oleh karyawan dapat mempengaruhi keinginan mereka untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut. Kebijakan yang dianggap tidak adil atau tidak menguntungkan bagi karyawan dapat menyebabkan perasaan tidak dihargai dan karyawan memilih keluar dari perusahaan tersebut. Hal ini sangat umum terjadi di banyak perusahaan dan dapat menjadi alasan untuk seorang karyawan keluar dan memilih pekerjaan baru.

Alasan Karyawan Resign

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, apa sih alasan karyawan resign? Banyak faktor yang membuat karyawan memutuskan untuk mengakhiri kerjaannya di perusahaan. Berikut adalah beberapa alasan yang umumnya menjadi penyebab karyawan resign:

  1. Tidak Nyaman dengan Lingkungan Kerja
  2. Faktor lingkungan kerja dapat mempengaruhi karyawan merasa nyaman atau tidak di tempat kerjanya. Hal ini bisa berkaitan dengan suasana kerja yang kurang kondusif, perbedaan pandangan dengan atasan atau rekan kerja, atau adanya perilaku diskriminatif atau tidak etis.

    Tidak nyaman dengan lingkungan kerja dapat berdampak besar pada kesejahteraan mental karyawan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja dan produktivitas mereka di tempat kerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa lingkungan kerja mereka selalu positif dan inklusif bagi seluruh karyawan.

  3. Tidak Mendapatkan Pengakuan yang Layak
  4. Karyawan yang berprestasi tentu ingin diakui oleh perusahaan dan atasan mereka. Oleh karena itu, ketika mereka merasa bahwa kontribusinya diabaikan atau dianggap remeh, mereka dapat merasa kecewa dan tidak dihargai. Kondisi ini bisa menjadi katalisator penting yang memicu keputusan karyawan untuk resign dan mencari kesempatan lain di tempat kerja yang memberi pengakuan yang lebih layak.

  5. Tekanan Kerja yang Tinggi
  6. Pekerjaan yang menuntut banyak waktu dan energi dapat menjadi pemicu stres dan kelelahan kerja, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik karyawan. Jika perusahaan tidak mampu mengelola beban pekerjaan dengan baik, dan memberikan dukungan dan sumber daya yang cukup bagi karyawannya, maka tak heran jika banyak karyawan yang memutuskan untuk resign dan menjaga keseimbangan hidup mereka.

  7. Menemukan Kesempatan yang Lebih Baik
  8. Beberapa karyawan resign karena mereka ingin mencari kesempatan yang lebih baik lagi, baik dari segi gaji, posisi, atau kesempatan pengembangan karir. Jika karyawan merasa bahwa mereka sudah mencapai batas perkembangan di perusahaan saat ini, mereka mungkin akan mencari opsi lain yang memberi mereka potensi pertumbuhan dan kesuksesan yang lebih besar.

  9. Faktor Personal
  10. Faktor personal, seperti kesehatan atau kebutuhan keluarga, juga bisa menjadi alasan utama karyawan untuk resign. Ketika seseorang memiliki situasi pribadi yang membutuhkan perhatian khusus, seperti sakit atau memiliki anggota keluarga yang membutuhkan perawatan, maka tidak jarang mereka memilih untuk resign demi fokus pada situasi tersebut.

Sebagai perusahaan, memahami alasan-alasan ini dapat membantu Anda meningkatkan retensi karyawan dan membuat lingkungan kerja lebih baik bagi semua orang. Mungkin perusahaan Anda ingin mempertimbangkan melakukan survei kepuasan karyawan secara berkala untuk mengetahui apa yang karyawan butuhkan dan bagaimana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Berikut adalah contoh tabel yang memperlihatkan beberapa faktor yang memengaruhi keputusan karyawan untuk resign:

Alasan Resign Persentase
Tidak nyaman dengan lingkungan kerja 30%
Tidak mendapatkan pengakuan yang layak 25%
Tekanan kerja yang tinggi 20%
Menemukan kesempatan yang lebih baik 15%
Faktor personal 10%

Sekian, itu tadi pengertian resign yang bisa kami sampaikan

Sudahkah kalian paham tentang pengertian resign? Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan HRD perusahaan kalian sebelum memutuskan untuk resign ya. Terima kasih sudah membaca artikel ini dan jangan lupa untuk berkunjung lagi ke website kami di lain waktu untuk membaca artikel menarik lainnya. Sampai jumpa lagi!