Pengertian Otot Polos: Fungsi, Struktur, dan Contohnya

Otot polos merupakan salah satu jenis otot yang terdapat di dalam tubuh manusia. Otot ini berbeda dengan otot rangka yang kita kenal umumnya. Otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti saluran pencernaan, pembuluh darah, dan kandung kemih. Otot polos berfungsi mengendalikan proses masuk dan keluarnya bahan yang diperlukan oleh organ tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Meski otot polos memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh, namun masih banyak yang belum mengetahui pengertian dan peran otot polos secara lebih mendalam. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan diulas mengenai pengertian otot polos dalam bahasa yang mudah dipahami.

Pengertian Otomatis Polos

Otot polos adalah jenis otot yang terletak di dalam tubuh dan memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur berbagai fungsi vital. Otot ini mengatur pergerakan dari organ tubuh seperti usus, saluran darah, dan kandung kemih.

Namun, banyak dari kita mungkin tidak begitu familiar dengan otot polos ini, terutama karena mereka tidak terlihat seperti pada otot yang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas dan memberikan pengertian otot polos secara lebih dalam.

Apa itu Otot Polos?

Otot polos adalah jenis otot involunter yang terletak di dinding organ tubuh yang berfungsi untuk menyempitkan dan melebarkan dengan cara mempercepat atau mengurangi kontraksi dari otot ini. Otot polos biasanya mengelilingi organ tubuh seperti dinding arteri dan vena, saluran pencernaan, kandung kemih, saluran kemih, rongga rahim, serta saluran napas.

Perbedaan antara otot polos dengan jenis otot lainnya adalah pada bahan penyusunnya. Otot polos ditemukan pada jaringan yang terbuat dari sel otot polos. Sementara itu, otot yang terdapat pada tubuh manusia kebanyakan adalah otot rangka dan otot jantung yang dibuat dari serat otot rangka.

Tugas dan Fungsi Otot Polos

Otot polos memiliki fungsi yang sangat penting, terutama untuk mengatur berbagai fungsi dari organ tubuh. Otot polos mengatur berbagai fungsi seperti kontraksi dan relaksasi dari dinding organ tubuh seperti dinding arteri, vena, dan pencernaan.

Otot polos juga berperan dalam mengatur aliran darah dengan cara mempercepat atau mengurangi kontraksi. Selain itu, otot polos juga berfungsi untuk membantu pengosongan dari saluran pencernaan, kandung kemih, dan rongga rahim.

Karaterisitik Otot Polos

Otot polos memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan jenis otot lainnya. Berikut adalah beberapa karakteristik otot polos:

  • Terletak pada organ tubuh tertentu: Otot polos biasanya terletak di dinding organ tubuh seperti arteri, vena, dan kandung kemih.
  • Bentuk yang lancip: Sel otot polos memiliki bentuk yang lancip dan tidak teratur, sehingga akan sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.
  • Mempunyai sel satu inti: Sel otot polos hanya memiliki satu inti, bukan banyak inti seperti pada sel otot rangka.
  • Tidak mudah lelah: Otot polos mampu berkontraksi dalam waktu yang lama tanpa mudah lelah dan kelelahan.

Kontrol Otot Polos

Otot polos tidak dapat dikendalikan secara sadar oleh manusia. Otot ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom yang termasuk dalam sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf otonom ini terdiri dari dua bagian, yaitu sistem saraf simpatis dan sistern saraf parasimpatis.

Sistem saraf simpatis dan parasimpatis bertanggung jawab untuk mengendalikan aktivitas otot polos. Contoh saat kita makan, sistem saraf parasimpatis akan merespon dengan memperlambat aktivitas otot polos dalam dinding saluran pencernaan kita, sedangkan saat kita berlari, sistem saraf simpatis akan menstimulasi otot polos pada pembuluh darah kita untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah terasa lebih cepat.

Penyakit Otot Polos

Meskipun otot polos memiliki peran penting dalam tubuh, tetapi ketidakseimbangan atau adanya penyakit yang terjadi pada otot polos dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Beberapa contoh penyakit pada otot polos meliputi:

  • Disfungsi gastroesophageal reflux: Adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar atau sakit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh relaksasi otot polos di antara kerongkongan dan lambung.
  • Sindrom iritasi saluran kemih: Gejalanya meliputi rasa sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan keinginan untuk buang air kecil terus-menerus. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otot polos pada kandung kemih.
  • Trombosis vena ekstremitas: Adalah kondisi di mana darah mengalami penggumpalan pada vena di kaki atau lengan. Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi otot polos yang berlebihan pada dinding vena.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, telah dibahas tentang pengertian otot polos beserta tugas dan fungsi dari otot ini. Otot polos merupakan jenis otot yang terletak di dalam tubuh dan memiliki peran penting dalam mengatur fungsi organ tubuh. Meskipun tidak dapat dikendalikan secara sadar, otot polos dapat dikendalikan oleh sistem saraf otonom yang terdiri dari sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

Penyakit yang terjadi pada otot polos dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti disfungsi gastroesophageal reflux, sindrom iritasi saluran kemih, dan trombosis vena ekstremitas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengobati penyakit ini dengan tepat sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Struktur Otot Polos

Otot polos terdiri dari satu selotot panjang yang tidak dapat diatur secara sadar oleh otak. Sel-sel ini mengandung banyak sitoplasma yang berisi protein dan myofilament yang berfungsi untuk kontraksi. Kontraksi ini tidak dikendalikan secara sadar oleh sistem saraf pusat atau sistem saraf tepi, melainkan oleh sistem hormon dan respon otomatis dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan mengenai struktur otot polos.

1. Sel Otot Polos

Sel otot polos berbentuk bulat atau oval dan tidak memiliki garis-garis melintang yang khas seperti otot rangka. Sel otot polos dapat memanjang dan merenggang dengan mudah, dengan panjang berkisar antara 20 hingga 500 mikrometer dan lebar sekitar 2 hingga 10 mikrometer. Satu unit sel otot polos disebut serat otot polos.

2. Sitoplasma

Sitoplasma pada otot polos mengandung banyak organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, dan ribosom. Sitoplasma juga mengandung filamen aktin dan myosin, protein kontraksi yang menghasilkan gerakan.

3. Membran Sel

Membran sel pada otot polos disebut sarcolemma. Sarcolemma terdiri dari lapisan ganda fosfolipid yang memisahkan sitoplasma otot dari cairan ekstraseluler.

4. Inti Sel

Setiap serat otot polos memiliki satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Inti ini mengandung DNA dan mengontrol aktivitas sel.

5. Myofilamen

Myofilamen adalah kumpulan protein kontraksi yang menyusun filamen aktin dan myosin. Filamen aktin dan myosin membentuk silinder kecil yang disebut miofibril. Miofibril membentuk buntu pada ujung sel otot polos dan menempel pada membran sel.

6. Sistem T Tubule

Sistem T tubule pada otot polos adalah suatu jaringan silinder kecil yang membelah sel otot polos menjadi bagian-bagian kecil. Sistem T tubule berfungsi untuk mendistribusikan impuls listrik dari sarcolemma ke interior sel.

7. Sistem SR (Sarcoplasmic Reticulum)

Sistem SR adalah sistem retikulum endoplasma yang membalut miofibril. Sistem SR memiliki fungsi yang sama dengan retikulum endoplasma pada sel lain, yaitu untuk menyimpan dan melepaskan kalsium.

8. Jaringan Otot Polos

Jaringan otot polos terdapat pada berbagai organ tubuh, seperti lambung, usus, dinding pembuluh darah, dan saluran kemih. Otot polos pada organ ini bekerja secara involunter dan berfungsi untuk menghasilkan gerakan dalam organ.

9. Fungsi Otot Polos dalam Tubuh

Otot polos memiliki fungsi penting dalam tubuh, yaitu untuk menghasilkan gerakan dalam organ-organ internal yang tidak dapat dikendalikan secara sadar. Otot polos juga berfungsi untuk mempertahankan tekanan dalam sistem tubuh, seperti tekanan darah.

10. Perbedaan Otot Polos dan Rangka

Perbedaan utama antara otot polos dan otot rangka adalah pada strukturnya. Otot polos terdiri dari satu sel otot panjang yang tidak dapat dikontrol secara sadar, sementara otot rangka terdiri dari beberapa serat otot yang dapat dikontrol oleh sistem saraf pusat. Otot polos memiliki kontraksi yang lambat dan tetap, sedangkan otot rangka memiliki kontraksi yang cepat dan berkaitan dengan kekuatan.

Fungsi Otot Polos

Otot polos merupakan salah satu otot yang paling banyak ditemukan di dalam tubuh manusia. Otot ini memiliki banyak fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam bagian ketiga ini, akan dijelaskan mengenai beberapa fungsi utama dari otot polos.

1. Memperkuat Dinding Saluran Pencernaan

Otot polos pada saluran pencernaan sangat penting dalam menggerakkan makanan dari mulut sampai usus. Otot polos memperkuat dinding saluran pencernaan yang memungkinkan makanan untuk bergerak dari satu organ menuju ke organ berikutnya. Selain itu, otot polos membantu menghancurkan makanan dan mengaduk adonan makanan dengan sejumlah enzim yang dihasilkan di dalam tubuh manusia.

2. Membantu Mengatur Aliran Darah

Selain membantu pencernaan, otot polos juga berkontribusi pada aliran darah di dalam tubuh manusia. Otot polos pada pembuluh darah membantu memelihara tekanan darah stabil dan juga turut berpartisipasi dalam mengatur aliran darah ke organ-organ penting seperti jantung dan otak.

3. Keselamatan Janin dalam Rahim

Otot polos sangat berperan penting dalam keselamatan janin dalam kandungan. Otot polos pada rahim membantu menjaga janin tetap aman di dalam rahim dan mengatur otot agar memudahkan persalinan. Otot polos pada rahim aktif bekerja selama proses persalinan dan memudahkan bayi keluar dari rahim.

4. Meningkatkan Fungsi Urinasi

Otot polos pada kandung kemih diperlukan untuk meningkatkan fungsi urinasi dan mengeluarkan sisa metabolisme dari tubuh manusia. Otot polos pada kandung kemih juga membantu mengatur volume urin dan membantu meredakan rasa sakit saat buang air kecil.

5. Memperlancar Aliran Udara

Otot polos pada saluran pernapasan membantu memperlancar aliran udara ke dalam dan keluar dari paru-paru. Otot polos pada dinding rongga dada bekerja untuk mempertahankan pernapasan yang sehat dan meningkatkan hasil gas darah yang stabil.

Tabel di bawah ini menunjukkan otot polos pada organ-organ utama dalam tubuh manusia:

Organ Tipe Otot Polos
Saluran Pencernaan Otot polos lurik
Pembuluh Darah Otot arteri & vena polos
Rahim Otot polos rahim
Kandung Kemih Otot polos kandung kemih
Saluran Pernapasan Otot polos bronkus

Dari kelima fungsi utama otot polos, dapat disimpulkan bahwa otot polos memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga fungsi organ-organ tubuh manusia. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan otot polos dengan cara melakukan pola hidup sehat dan olahraga secara teratur.

Sampai Jumpa Lagi!

Itulah sedikit penjelasan tentang pengertian otot polos. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya di website kami ya! Terima kasih sudah membaca, dan sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya. Keep healthy and happy living!