Pengertian Leasing: Konsep, Jenis, dan Keuntungan

Sebagai seorang pengusaha, pasti ingin memiliki berbagai asset pendukung yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnisnya. Tapi, kadang masalah dana menjadi kendala utama dalam membeli asset tersebut. Nah, solusinya adalah melalui leasing! Apa itu leasing? Jadi, leasing bisa diartikan sebagai penyewaan jangka panjang atas aset yang dimiliki oleh penyedia leasing kepada pihak lain yang disebut sebagai lessee. Tidak hanya itu, leasing juga menawarkan berbagai manfaat dan kemudahan dalam mengakses asset-asset yang dibutuhkan dalam bisnis. Kira-kira apa saja ya manfaatnya? Mari kita simak bersama-sama!

Apa Itu Pengertian Leasing?

Leasing adalah suatu bentuk pembiayaan yang memungkinkan perusahaan atau individu untuk menggunakan barang modal seperti kendaraan bermotor, mesin, dan peralatan lainnya dengan cara membayar biaya sewa dalam jangka waktu tertentu. Leasing biasanya dilakukan oleh perusahaan atau individu yang membutuhkan barang modal untuk menjalankan usahanya namun tidak ingin atau tidak mampu membelinya secara tunai.

Jenis-jenis Leasing

1. Financial Leasing
Financial leasing adalah bentuk leasing yang hanya dapat dilakukan oleh perusahaan leasing yang telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. Perusahaan leasing ini biasanya memberikan pembiayaan jangka panjang untuk pembelian barang modal seperti kendaraan bermotor, mesin, dan peralatan lainnya.

2. Operational Leasing
Operational leasing adalah bentuk leasing yang memberikan hak penggunaan barang modal tanpa harus memiliki aset tersebut. Sebagai contoh, ketika perusahaan menyewa kendaraan bermotor selama satu tahun, perusahaan tersebut tidak memiliki kendaraan tersebut secara fisik.

3. Sale and Leaseback
Sale and leaseback adalah bentuk leasing dengan cara menjual aset yang dimiliki perusahaan ke perusahaan leasing dan kemudian menyewa kembali aset tersebut. Hal ini dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi beban pembiayaan dan memberikan tambahan arus kas.

Keuntungan Leasing

1. Praktis dan Mudah
Leasing memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi perusahaan atau individu yang membutuhkan barang modal tanpa harus mengeluarkan biaya tunai besar.

2. Pembayaran Teratur
Dengan leasing, pembayaran bisa dilakukan secara teratur dalam suatu periode yang telah disepakati sebelumnya.

3. Meminimalkan Resiko
Leasing dapat membantu perusahaan atau individu dalam meminimalkan resiko jika terjadi kerusakan atau ketidakmampuan untuk membayar cicilan.

4. Penyesuaian Diri Terhadap Kebutuhan
Leasing memberikan fleksibilitas bagi perusahaan atau individu untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan operasional yang terus berkembang.

Kerugian Leasing

1. Biaya Lebih Tinggi
Leasing biasanya lebih mahal daripada pembelian langsung karena adanya biaya sewa dan bunga.

2. Keterlambatan Pembayaran
Membuat keterlambatan dalam pembayaran cicilan bisa memiliki dampak negatif pada skor kredit dan jumlah denda yang harus dibayarkan.

3. Kondisi Barang Modal
Jika barang modal yang disewa tidak dalam kondisi baik atau tidak berfungsi dengan baik, maka perusahaan atau individu harus memikul biaya pemeliharaan dan perbaikan.

Kesimpulan

Dalam pengertian leasing, leasing adalah suatu bentuk pembiayaan yang memungkinkan perusahaan atau individu untuk menggunakan barang modal dalam jangka waktu tertentu dengan membayar biaya sewa. Ada tiga jenis leasing yang berbeda, yaitu financial leasing, operational leasing, dan sale and leaseback. Leasing memiliki keuntungan seperti praktis dan mudah, pembayaran teratur, meminimalkan resiko, dan penyesuaian diri terhadap kebutuhan, tetapi juga memiliki kerugian seperti biaya lebih tinggi, keterlambatan pembayaran, dan kondisi barang modal.

Pengertian Leasing: Apa itu Leasing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah memahami apa itu pengertian leasing, ada baiknya kita juga mempelajari bagaimana cara kerjanya. Leasing sendiri merupakan sebuah bentuk pembiayaan yang umumnya digunakan untuk membeli barang-barang modal berupa kendaraan, mesin, atau peralatan kantor. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa leasing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Memilih Sewa atau Sewa Beli
Salah satu hal yang harus diputuskan sebelum memakai jasa leasing adalah apakah ingin memilih leasing secara sewa atau sewa beli. Jika memilih sewa, maka setiap bulannya harus membayar biaya sewa, sedangkan jika memilih sewa beli, maka akan ada biaya cicilan yang harus dibayar setiap bulannya selama jangka waktu yang disepakati.

2. Mengajukan Permohonan Leasing
Setelah memilih, selanjutnya harus mengajukan permohonan leasing. Biasanya calon pengguna leasing akan melakukan pengisian formulir yang disediakan oleh perusahaan leasing. Lalu, akan dilakukan proses survei kelayakan oleh pihak leasing sendiri untuk mengetahui kelayakan calon pengguna leasing tersebut.

3. Proses Persetujuan
Jika proses survei kelayakan telah dilakukan, maka selanjutnya akan dilakukan proses persetujuan oleh pihak leasing. Apabila disetujui, maka calon pengguna leasing akan ditawarkan beberapa pilihan opsi untuk memudahkan dalam penentuan jangka waktu dan besarnya biaya yang harus dibayar setiap bulannya.

4. Pembayaran Uang Muka
Setelah memilih opsi yang diinginkan, calon pengguna leasing harus membayar uang muka terlebih dahulu. Besarnya uang muka ini biasanya sekitar 10%-20% dari harga barang atau kendaraan yang hendak dibeli.

5. Penyelesaian Administrasi
Setelah membayar uang muka, calon pengguna leasing harus menyelesaikan administrasi terkait dokumen-dokumen penting yang harus diurus sebelum kendaraan atau barang yang dibeli dapat digunakan.

6. Penyerahan Barang
Setelah semua administrasi selesai dilakukan, barulah kendaraan atau barang yang dibeli dapat diserahkan ke calon pengguna leasing. Biasanya pihak leasing juga akan memberikan garansi dan asuransi terhadap barang yang dibeli.

7. Pelunasan Kewajiban
Setelah melakukan pembayaran uang muka dan mendapatkan barang yang dibeli, selanjutnya calon pengguna leasing harus memenuhi kewajiban membayar cicilan atau biaya sewa setiap bulannya sampai jangka waktu yang telah ditentukan selesai.

8. Penjualan Kembali
Jika pada saat jangka waktu leasing telah selesai dan calon pengguna leasing memiliki niat untuk melakukan penjualan kembali, maka kendaraan atau barang tersebut akan dijual kembali oleh leasing dengan harga yang telah disepakati sebelumnya.

9. Pelunasan Leasing
Setelah proses penjualan kembali dilakukan, calon pengguna leasing harus mengambil tanggung jawab atas selisih harga jual dan sisa cicilan atau biaya sewa yang harus dibayarkan.

10. Jangka Waktu Leasing Berakhir
Setelah seluruh kewajiban pengguna leasing telah dipenuhi sampai jangka waktu leasing berakhir, maka pengguna leasing akan memiliki hak kepemilikan sepenuhnya terhadap kendaraan atau peralatan yang dibeli melalui layanan leasing tersebut.

Apa Saja Jenis-Jenis Leasing yang Ada?

Leasing tidak hanya terbatas pada satu jenis saja. Sesuai kebutuhan dan keadaan yang dihadapi oleh pihak leasing, beberapa jenis leasing bisa diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Berikut beberapa jenis leasing yang bisa dipilih:

1. Financial Lease

Jenis leasing ini biasanya dipilih oleh perusahaan yang ingin mengadakan sewa guna usaha (leasing) untuk jangka waktu yang lama. Pada leasing jenis ini, pemilik aset (lesor) menyerahkan hak penggunaan aset kepada pihak lessee untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kontrak. Meskipun aset digunakan oleh pihak lessee, hak kepemilikannya tetap berada di tangan pemilik aset. Biasanya, pada akhir kontrak, lessee mendapatkan opsi untuk membeli aset tersebut dari pemilik aset.

2. Operating Lease

Leasing jenis ini lebih cocok untuk perusahaan yang tidak memerlukan aset dalam jangka waktu yang lama. Pihak lessee hanya menggunakannya untuk jangka waktu yang pendek saja, sesuai dengan kontrak. Pada leasing jenis ini, pemilik aset (lesor) memiliki hak kepemilikan yang tetap terhadap aset yang disewakan selama masa sewa berlangsung.

3. Sale and Leaseback

Leasing jenis ini biasa digunakan oleh perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Caranya dengan menjual aset milik perusahaan ke pihak leasing, kemudian dilakukan sewa kembali dalam jangka waktu tertentu. Setelah kontrak berakhir, perusahaan bisa membeli kembali aset tersebut.

4. Cross Border Lease

Jenis leasing ini digunakan oleh perusahaan yang ingin mengambil aset di luar negeri dengan cara berleasing. Dalam transaksi ini, perusahaan di satu negara membeli aset yang dijual oleh perusahaan di negara lain dengan harga yang sudah disepakati dan kemudian dilakukan sewa kembali pada perusahaan di negara yang sama.

5. Sale and Leaseback with Warranties

Leasing jenis ini sama dengan sale and leaseback, namun ditambah dengan jaminan aset yang dijual oleh perusahaan kepada pihak leasing. Jaminan ini umumnya digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan aset dan menambah modal perusahaan.

Jenis Leasing Karakteristik Utama
Financial Lease Jangka waktu yang panjang, kepemilikan tetap berada di tangan pemilik aset
Operating Lease Jangka waktu yang pendek, pemilik aset berada di tangan pemilik aset selama masa sewa berlangsung
Sale and Leaseback Aset dijual ke pihak leasing, kemudian disewa kembali dalam jangka waktu tertentu
Cross-Border Lease Aset dibeli dan dijual dari negara lain dengan sesama perusahaan
Sale and Leaseback with Warranties Asket dijual dengan jaminan untuk mendapatkan keuntungan maksimal

Terima Kasih Telah Membaca

Itulah pengertian leasing yang bisa saya bagikan untuk kalian. Semoga setelah membaca artikel ini, kalian bisa memahami lebih banyak tentang leasing dan memutuskan apakah leasing bisa menjadi alternatif yang baik untuk keuangan kalian. Jangan lupa untuk berkunjung lagi ke website ini untuk membaca artikel menarik lainnya dan terima kasih atas dukungan kalian! Sampai jumpa lagi!