Pengertian Las SMAW: Teknik Pengelasan dan Cara Kerjanya

Pengertian las smaw atau shielded metal arc welding adalah salah satu teknik pengelasan yang sering digunakan. Teknik ini dapat digunakan untuk mengelas berbagai jenis logam dengan kualitas hasil yang baik. Pada pengelasan smaw, elektroda yang digunakan sebagai sumber panas dan logam pengisi juga digunakan untuk mengisi celah antara dua potongan logam yang akan digabungkan. Teknik pengelasan yang satu ini sangat umum digunakan pada industri konstruksi dan manufaktur. Namun, sebelum menggunakannya, perlu memahami secara detail tentang teknik pengelasan smaw.

Apakah Arti LAS SMaW dan Bagaimana Teknik Ini Bekerja?

1. Sejarah LAS SMaW

LAS SMaW adalah teknik pengelasan paling umum yang digunakan di Indonesia. Teknik ini sendiri ditemukan pada tahun 1930-an di Amerika Serikat oleh P. K. Devers. Namun, baru pada tahun 1960-an teknik ini mulai dikenal di Indonesia dan digunakan untuk pengelasan.

2. Pengertian LAS SMaW

LAS SMaW adalah singkatan dari Shielded Metal Arc Welding atau yang sering disebut pengelasan dengan elektroda terbungkus. Teknik ini menggunakan elektroda yang dioperasikan secara manual untuk menghasilkan busur api yang terus menerus sehingga dapat menyatukan dan mencairkan logam.

3. Prinsip Kerja LAS SMaW

Pada dasarnya, pengelasan dengan LAS SMaW bekerja dengan menghasilkan suhu tinggi pada logam yang akan disambungkan sehingga terjadi peleburan pada logam tersebut sehingga terjadi pengikatan antara dua logam tersebut. Pengelasan ini juga dilakukan di dalam ruangan tertutup untuk melindungi busur api dari pengaruh udara sehingga tidak tercemar.

4. Keunggulan LAS SMaW

LAS SMaW merupakan teknik pengelasan yang mudah dan sederhana sehingga menjadi pilihan utama di Indonesia. Selain itu, teknik ini dapat digunakan untuk berbagai jenis logam dan juga bisa dilakukan di tempat yang sulit dijangkau. Tidak hanya itu, harga alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan pengelasan dengan teknik ini juga terjangkau.

5. Kekurangan LAS SMaW

Meskipun memiliki keunggulan dalam hal harga dan penggunaan, teknik pengelasan dengan LAS SMaW memiliki kekurangan pada kekuatan sambungan yang dihasilkan. Sambungan yang dihasilkan juga cenderung lebih banyak menghasilkan cacat pada bagian yang dihasilkan dibandingkan dengan teknik pengelasan lainnya.

6. Langkah Pengelasan dengan LAS SMaW

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan pengelasan dengan teknik LAS SMaW adalah menyiapkan logam-basis dan alat untuk melakukan pengelasan. Kemudian, bersihkan permukaan logam yang akan disambungkan dan pasang elektroda pada alat pengelas. Setelah itu lakukan pengelasan menggunakan busur api hingga logam yang akan disambungkan leleh dan menyatu dengan logam-basis.

7. Jenis Elektroda untuk LAS SMaW

Elektroda merupakan bahan yang sangat penting dalam melakukan pengelasan dengan teknik LAS SMaW. Ada berbagai jenis elektroda yang memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda. Beberapa jenis elektroda untuk LAS SMaW antara lain, E6011, E6010, E7018, dan masih banyak lagi.

8. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sambungan LAS SMaW

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan pengelasan dengan teknik LAS SMaW antara lain, kebersihan dan permukaan logam yang akan disambungkan, arus listrik yang digunakan, tegangan dan polaritas elektroda, serta kecepatan pengelasan.

9. Aplikasi LAS SMaW

Teknik pengelasan dengan LAS SMaW banyak digunakan pada industri otomotif, perkapalan, konstruksi, serta di bidang seni seperti membuat patung dari logam.

10. Kesimpulan

Dalam industri maupun aktivitas sehari-hari kita, teknik pengelasan dengan LAS SMaW memang sangat diperlukan. Dalam melakukan pengelasan ini, harus memahami prinsip-prinsip, jenis elektroda yang digunakan, serta faktor yang mempengaruhi untuk mendapatkan sambungan yang berkualitas. Sehingga, teknik las SMaW yang sederhana ini dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pekerjaannya.

.

Apa itu Las SMaW?

Las SMaW merupakan singkatan dari Shielded Metal Arc Welding atau sering disebut dengan las elektroda tempel. Proses pengelasan ini menggunakan elektroda berlapis yang menyatu dengan bahan dasar yang akan dilas. Oleh karena itu, proses pengelasan ini juga dikenal dengan sebutan las tempel.

Sejarah dan perkembangan Las SMaW

Las SMaW pertama kali ditemukan pada tahun 1800-an oleh seorang ilmuwan asal Inggris yang bernama Sir Humphry Davy. Kemudian, teknologi las SMaW semakin berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan ditemukannya elektroda yang dapat digunakan secara industri. Elektroda tersebut kemudian menjadi salah satu alat utama dalam pengelasan dan menjadi dasar bagi perkembangan teknologi las lainnya.

Kelebihan Las SMaW

Salah satu kelebihan dari las SMaW adalah kemampuannya untuk melakukan pengelasan pada berbagai macam bahan seperti besi, baja, stainless steel, hingga logam non-ferrous. Selain itu, proses pengelasan ini juga mudah untuk dilakukan dan biayanya relatif lebih murah dibandingkan dengan teknologi las lainnya.

Kekurangan Las SMaW

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun las SMaW juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah tingkat presisi yang kurang tinggi sehingga hasil pengelasan dapat kurang rapi. Selain itu, proses pengelasan dengan las SMaW juga memerlukan keterampilan dan ketelitian yang tinggi dari pengelas untuk mencapai hasil yang optimal.

Aplikasi Las SMaW

Las SMaW banyak digunakan dalam industri manufaktur, konstruksi, reparasi mesin dan peralatan, hingga pembuatan kapal laut. Pengelasan dengan las SMaW juga sering digunakan pada pengerjaan proyek-proyek yang membutuhkan pengelasan di lokasi yang sulit dijangkau dan memerlukan mobilitas yang tinggi.

Proses pengelasan Las SMaW

Pada proses pengelasan dengan las SMaW, elektroda digunakan sebagai media penghubung antara logam yang akan dilas. Elektroda akan meleleh dan bercampur dengan bahan dasar untuk membentuk logam baru yang kemudian mengeras menjadi satu. Pada saat pengelasan, perhatian harus diberikan pada arus listrik yang digunakan untuk menghindari kerusakan elektroda.

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk pengelasan Las SMaW

Untuk melakukan pengelasan dengan las SMaW, dibutuhkan perlengkapan seperti mesin las, bahan las, kabel las, elektroda, kawat las, dan peralatan keselamatan seperti helm las, sarung tangan, jaket las, dan sepatu las. Penggunaan perlengkapan yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja.

Jenis-jenis elektroda yang digunakan pada Las SMaW

Elektroda yang digunakan pada Las SMaW dapat dibedakan berdasarkan bahan yang digunakan, kelas sesuai kekuatan tarik, permeabilitas magnetis dan berat jenisnya. Elektroda karbon, elektroda nikel, elektroda baja, dan elektroda paduan adalah jenis elektroda yang umum digunakan dalam pengelasan dengan las SMaW.

Tips melakukan pengelasan dengan Las SMaW

Untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal dengan las SMaW, diperlukan keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Beberapa tips yang dapat membantu untuk meningkatkan kualitas pengelasan antara lain melakukan persiapan material, memilih elektroda yang sesuai, dan mengatur posisi pengelasan yang tepat.

Biaya pengelasan dengan Las SMaW

Biaya pengelasan dengan las SMaW relatif lebih murah dibandingkan dengan teknologi pengelasan lainnya karena perlengkapan yang digunakan lebih sederhana dan biaya perawatan mesin las lebih terjangkau. Namun, biaya pengelasan juga tergantung pada jenis material yang akan dilas dan kompleksitas dari pengelasan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan konsultasi dengan pengelas profesional untuk menentukan estimasi biaya yang akurat.

Pengertian Las SMAW dan Jenis Elektroda

Las SMAW atau Shielded Metal Arc Welding merupakan salah satu jenis las yang menggunakan elektroda sebagai bahan tambahannya. Elektroda yang digunakan pada las SMAW memiliki lapisan yang dipakai sebagai pelindung gas dari udara sekitar saat pengelasan. Gas pelindung ini akan membantu melindungi logam yang dicairkan dari kerusakan selama proses pengelasan berlangsung.

Ada beberapa jenis elektroda yang biasa digunakan pada proses las SMAW. Berikut adalah beberapa jenis elektroda yang sering digunakan beserta keuntungan dan kelemahannya:

1. Elektroda Rutile

Elektroda rutile merupakan jenis elektroda yang sering digunakan pada las SMAW. Elektroda ini mudah digunakan dan menghasilkan hasil las yang lebih baik. Selain itu, elektroda rutile juga cocok untuk pengelasan dalam berbagai posisi. Namun, elektroda rutile kurang tahan terhadap tekanan dan korosi.

2. Elektroda Basic

Elektroda basic merupakan elektroda yang digunakan untuk pengelasan pada logam yang sulit seperti baja karbon tinggi. Jenis elektroda ini menawarkan hasil yang lebih kuat dan tahan lama. Namun, elektroda basic sulit digunakan dan hanya cocok untuk pengelasan dalam posisi datar.

3. Elektroda Cellulose

Elektroda cellulose merupakan jenis elektroda yang menghasilkan lapisan karbon saat digunakan pada pengelasan logam. Jenis elektroda ini cocok untuk pengelasan pada pipa karena mampu menghasilkan hasil las yang kuat dan tahan terhadap tekanan. Namun, elektroda cellulose sulit digunakan dan membutuhkan ketepatan dalam pengaturan amperase.

4. Elektroda Stainless Steel

Elektroda stainless steel digunakan khusus untuk pengelasan pada logam stainless steel. Elektroda jenis ini mampu menghindari terbentuknya korosi pada hasil pengelasan. Namun, jenis elektroda ini sangat sensitif terhadap posisi pengelasan dan harus digunakan dengan hati-hati.

5. Elektroda Cast Iron

Elektroda cast iron digunakan untuk pengelasan pada logam besi cor. Elektroda ini mampu menghasilkan hasil pengelasan yang tahan lama dan tahan terhadap korosi. Namun, jenis elektroda ini sulit digunakan dan membutuhkan pengaturan amperase yang tepat.

Selain jenis-jenis elektroda tersebut, ada juga beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat memilih elektroda. Beberapa faktor tersebut antara lain ketahanan terhadap korosi, ketahanan terhadap tekanan, dan ketepatan dalam pengaturan amperase.

Tabel dibawah ini berisi informasi tentang jenis elektroda yang bisa digunakan pada las SMAW beserta keuntungan dan kelemahannya:

Jenis Elektroda Keuntungan Kelemahan
Elektroda Rutile Mudah digunakan, hasil las lebih baik, cocok untuk posisi apapun Kurang tahan terhadap tekanan dan korosi
Elektroda Basic Hasil lebih kuat dan tahan lama, cocok untuk baja karbon tinggi Sulit digunakan, hanya cocok untuk posisi datar
Elektroda Cellulose Mampu menghasilkan hasil las yang kuat dan tahan terhadap tekanan Sulit digunakan, membutuhkan ketepatan dalam pengaturan amperase
Elektroda Stainless Steel Menhindari terjadinya korosi pada hasil pengelasan Sangat sensitif terhadap posisi pengelasan
Elektroda Cast Iron Mampu menghasilkan hasil pengelasan yang tahan lama dan tahan terhadap korosi Sulit digunakan, membutuhkan pengaturan amperase yang tepat

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian las SMAW beserta jenis-jenis elektroda yang biasa digunakan pada proses pengelasannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai dunia las.

Terima Kasih Telah Membaca

Setelah membaca artikel ini, saya harap Anda menambah pengetahuan tentang pengertian las smaw. Selain itu, semoga artikel ini juga bermanfaat untuk pekerjaan Anda. Jangan lupa untuk berkunjung lagi ke website kami untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa!