Pengertian GATT dan Peranannya dalam Perdagangan Internasional

Gatt atau General Agreement on Tariffs and Trade adalah sebuah perjanjian internasional yang berisi kesepakatan negara-negara anggota untuk mengatur perdagangan internasional. Perjanjian ini dibuat dengan tujuan untuk memperkuat perekonomian global dengan mengurangi hambatan perdagangan antar negara. Gatt dianggap sebagai salah satu perjanjian perdagangan terpenting di dunia, karena memberikan dasar dan pedoman dalam rangka menciptakan tingkat perdagangan yang adil dan seimbang bagi semua negara anggota.

Pengertian GATT: Sejarah, Tujuan, dan Fungsi

Pada era globalisasi dan perdagangan bebas seperti saat ini, keberadaan pengaturan perdagangan internasional cukup penting untuk menjaga hubungan dagang antarnegara tetap terjaga dan teratur. Salah satu upaya pengaturan perdagangan internasional dimulai dengan hadirnya GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Apa itu GATT? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Sejarah Awal GATT

GATT mulai diperkenalkan di Genewa pada tahun 1947 sebagai upaya untuk meredakan ketegangan antara negara-negara penyerta Perang Dunia II. Kerjasama perdagangan dinilai sangat penting bagi perkembangan ekonomi global dan perdamaian antarbangsa. Awalnya, kerjasama ini hanya meliputi industri perniagaan kecil dan menengah, namun seiring waktu, cakupannya meluas ke sektor perdagangan internasional yang lebih besar.

2. Tujuan GATT

Tujuan utama GATT adalah mendorong negara-negara anggotanya untuk menghapuskan hambatan perdagangan dalam bentuk tarif bea masuk, kuota impor, dan berbagai aturan perdagangan lainnya. Dengan demikian, GATT dapat membantu mempromosikan perdagangan bebas dan adil antara negara-negara anggotanya.

3. Negara-negara Pendiri GATT

Sejak berdirinya GATT, terdapat 23 negara anggota pendiri yang menyepakati kesepakatan kerjasama perdagangan internasional. Negara-negara tersebut meliputi Amerika Serikat, Kanada, Australia, Meksiko, Chile, Brasil, Norwegia, Inggris, dan Prancis.

4. Prinsip-prinsip GATT

Dalam menjalankan kerja sama perdagangan internasional, GATT mengusung 5 prinsip dasar. Prinsip-prinsip tersebut ialah Non-Diskriminasi, Liberalisasi Perdagangan, Transparansi, Mengatasi Ketidakpastian, dan Perlindungan Tertentu.

5. Prinsip Non-Diskriminasi

Prinsip Non-Diskriminasi dilakukan dengan cara memperlakukan semua negara anggota secara sama dalam hal pemberian kebebasan perdagangan bebas dan adil. Selanjutnya, GATT juga melarang adanya diskriminasi negara-negara di luar anggota.

6. Prinsip Liberalisasi Perdagangan

Prinsip Liberalisasi Perdagangan mengacu pada penghapusan hambatan perdagangan, seperti adanya tarif bea masuk dan kuota impor yang dapat menghambat perdagangan internasional. Dengan prinsip ini, GATT berupaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggotanya.

7. Prinsip Transparansi

Dalam menjalankan kerjasama perdagangan internasional, GATT juga menerapkan prinsip Transparansi. Prinsip ini dilakukan dengan cara mempublikasikan semua aturan dan kebijakan yang dihasilkan oleh masing-masing negara anggota. Hal ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan kepastian bagi setiap negara anggota dalam melaksanakan perdagangan internasional.

8. Prinsip Mengatasi Ketidakpastian

Dalam perdagangan internasional, ketidakpastian merupakan hal yang tidak diinginkan. GATT mencoba untuk mengatasi hal tersebut dengan mendorong negara-negara anggotanya untuk melakukan perjanjian perdagangan multilateral untuk mencapai suatu kestabilan pertukaran barang dan jasa antara negara-negara anggotanya.

9. Prinsip Perlindungan Tertentu

Prinsip Perlindungan Tertentu dilakukan dengan cara memberikan perlindungan dan perlakuan khusus bagi negara-negara miskin atau belahan dunia ketiga untuk memperbanyak peluang mereka dalam berdagang dengan negara-negara maju.

10. Fungsi GATT

GATT memiliki beberapa fungsi penting dalam rangka melaksanakan kerjasama perdagangan antara negara-negara anggotanya. Beberapa fungsi tersebut di antaranya adalah sebagai media untuk memperluas kerjasama perdagangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menyelesaikan berbagai sengketa perdagangan internasional.

Demikian penjelasan mengenai pengertian GATT, sejarah, tujuan, dan fungsi. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi Anda untuk lebih memahami konsep perdagangan internasional dan perannya dalam menunjang pertumbuhan ekonomi global. Semarakkan perdagangan internasional demi kesejahteraan dunia!

Arti GATT: Inti dan Sejarah Organisasi Perdagangan Dunia

Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan bebas antar negara anggota. WTO terbentuk dari kelanjutan dari General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang mulai beroperasi pada tahun 1948. Dalam bagian ini, kita akan membahas pengertian GATT dan bagaimana sejarahnya hingga akhirnya menjadi WTO.

Pengertian GATT

GATT merupakan perjanjian internasional antarnegara yang bertujuan untuk mengurangi tarif perdagangan internasional dan mendorong perdagangan bebas antar negara. GATT berfokus pada penghapusan diskriminasi dalam perdagangan internasional sehingga mengurangi hambatan perdagangan antar negara.

Tujuan GATT

Tujuan utama GATT adalah untuk meningkatkan perdagangan bebas antar negara, menghasilkan kesejahteraan yang lebih besar di seluruh dunia, serta menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Hasil akhir dari GATT adalah peningkatan hubungan internasional antarnegara, mendorong kerja sama internasional, serta perdagangan yang lebih efisien dan efektif.

Latar Belakang Sejarah

Pada awalnya, GATT dibentuk pada 30 Oktober 1947, oleh 23 negara dengan tujuan untuk mengurangi tarif perdagangan internasional. Pada saat itu, terdapat tingkat perlindungan perdagangan yang sangat tinggi di seluruh dunia yang membuat sulit bagi para pelaku usaha untuk beroperasi. Oleh karena itu, para pendiri GATT percaya bahwa dengan menghapus tarif dan hambatan perdagangan, perdagangan internasional dapat meningkat dan kesejahteraan di seluruh dunia dapat ditingkatkan.

Perkembangan GATT

Sejak saat itu, GATT terus beroperasi dan berkembang hingga hasil terakhirnya dipublikasikan pada 1994. Selama periode ini, GATT telah berhasil membahas banyak perjanjian perdagangan internasional yang membantu membuka peluang baru bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.

Misi dan Fungsi GATT

Misi dan fungsi GATT adalah memfasilitasi dan mengkoordinasikan perdagangan internasional serta memudahkan memperbaiki aturan perdagangan internasional. GATT telah memperkenalkan konsep klausul atas-hoc, di mana aturan baru dapat dibuat pada saat terjadinya permasalahan perdagangan internasional yang baru muncul.

Kerja Sama dengan Negara Anggota

GATT menjalin kerja sama antara negara anggota dengan tujuan untuk memperbaiki perdagangan global. Negara anggota bersedia untuk menyetujui kompromi yang adil dan saling menguntungkan demi kemajuan bersama di bidang perdagangan.

Mekanisme Penyelesaian Sengketa

GATT memiliki mekanisme penyelesaian sengketa yang melibatkan panel ahli yang terdiri dari pengacara dan pakar di bidang hukum perdagangan. Panel ahli ini untuk memastikan bahwa negara yang terlibat dalam sengketa perdagangan mematuhi perjanjian yang telah dibuat.

Kontribusi GATT di Bidang Ekonomi

GATT merupakan salah satu kontributor utama yang membantu membangun sistem perdagangan global yang lebih adil dan efisien. Kemitraan dan kerja sama GATT dengan negara anggotanya berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi global dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor.

Kontribusi GATT terhadap Lingkungan Hidup

Meskipun GATT tidak secara langsung berfokus pada isu lingkungan, namun banyak perjanjian perdagangan yang telah diangkat dapat membantu memperbaiki lingkungan hidup. Misalnya, kebijakan perdagangan yang meningkatkan perdagangan produk ramah lingkungan, dan mengurangi hambatan perdagangan produk-produk lainnya yang membahayakan lingkungan hidup.

Pengaruh GATT terhadap Indonesia

Indonesia menjadi salah satu anggota GATT pada 1987 dan menjadi anggota WTO pada tahun 1995. Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dukungan dari GATT dalam mengembangkan sektor perdagangan menjadi lebih efisien dan efektif. Bergabung dengan GATT dan kemudian WTO membantu Indonesia meningkatkan performa ekonomi dan membuka akses ke pasar global.

Dalam kesimpulannya, GATT merupakan organisasi internasional yang bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan bebas antar negara. Sejarah GATT dimulai pada 1947 dengan tujuan untuk mengurangi tarif perdagangan internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam perkembangannya, GATT berhasil membahas banyak perjanjian perdagangan internasional yang membuka peluang baru bagi para pelaku usaha di seluruh dunia. Bergabung dengan GATT dan kemudian WTO membantu Indonesia meningkatkan performa ekonomi serta membuka akses ke pasar global.

Pengertian GATT dan Sejarahnya

GATT atau General Agreement on Tariffs and Trade adalah sebuah perjanjian internasional yang terbentuk pada tahun 1947. Perjanjian ini ditandatangani oleh 23 negara dengan tujuan untuk mengurangi bea masuk atau tarif pada perdagangan internasional. GATT kemudian diubah dan diperbarui sebanyak 8 kali hingga berkembang menjadi WTO atau World Trade Organization pada tahun 1995.

Pembentukan GATT

Pembentukan GATT didasari oleh kebutuhan untuk mengatasi resesi ekonomi pascaperang Dunia II yang mengakibatkan banyak negara mengalami kesulitan dalam melakukan perdagangan internasional. GATT didesain untuk menjadi kerangka kerja internasional yang dapat membantu negara-negara untuk meningkatkan perdagangan internasional mereka.

Tujuan GATT

Tujuan utama GATT adalah untuk meningkatkan perdagangan internasional dengan mengurangi hambatan tarif. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi global, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, GATT juga berupaya untuk menghindari praktek dumping yang dapat merugikan produsen lokal.

Fungsi GATT

GATT berfungsi sebagai kerangka kerja internasional yang merumuskan peraturan-peraturan perdagangan internasional. Beberapa fungsi utama GATT adalah:

No Fungsi
1 Menjaga ketersediaan barang dan jasa
2 Mendorong perdagangan barang dan jasa
3 Membuka pasar internasional
4 Mengurangi hambatan tarif
5 Menghilangkan praktik dumping

Pengaruh GATT di Indonesia

GATT berpengaruh pada kebijakan perdagangan internasional Indonesia. Bergabungnya Indonesia ke dalam GATT pada tahun 1950 memungkinkan Indonesia untuk melakukan perdagangan internasional dengan berbagai negara di dunia tanpa hambatan tarif yang berlebihan. Selain itu, GATT juga mempengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia dalam melindungi produk-produk lokal dari praktek dumping.

Terima kasih telah membaca tentang Pengertian GATT

Sekianlah pembahasan mengenai GATT. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda tentang perdagangan internasional. Jangan lupa untuk mengunjungi situs kami lagi untuk membaca artikel menarik lainnya. Terima kasih dan sampai jumpa!