Pengakuan Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pengakuan Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia – Deklarasi Indonesia pada 17 Agustus 1945 menarik perhatian dunia internasional pada saat itu, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mengetahui hal tersebut, bagaimana peran dan respon PBB terhadap kemerdekaan Indonesia?

Belanda saat itu menolak keras kemerdekaan Indonesia, negara yang telah menjajah Indonesia selama 3,5 abad. Namun, ada beberapa negara yang mendukung penuh kemerdekaan Indonesia, antara lain Mesir, India, Australia, dan Vatikan.

Pengakuan Pbb Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Upaya Belanda untuk merebut kembali Indonesia mengikuti Invasi Militer Belanda I pada tahun 1947 dan Invasi Militer Belanda II pada tahun 1948. Indonesia juga melakukan beberapa pembicaraan untuk memperjuangkan kedaulatannya. Ini dimulai dengan negosiasi Linguistik, Kesepakatan Renville, Kesepakatan Rom-Royen hingga Konferensi Meja Bundar.

Pernyataan Dibawah Ini Bentuk Pengakuan Pbb Terhadap Kedaulatan Indonesia Adalah

Akhirnya pada 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia untuk pertama kalinya. Penyerahan kedaulatan secara resmi dilakukan di dua tempat, yaitu Istana Gambhir di Jakarta dan Istana Dam di Amsterdam.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran PBB yang sangat membantu Indonesia mengakui kemerdekaannya. Bantuan apa yang diberikan oleh PBB? Berikut penjelasan lengkapnya:

Indonesia pada Modul Pembelajaran Sejarah SMA Kelas XII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Menyusul usulan India dan Australia agar masalah Indonesia dan Belanda dimasukkan dalam agenda Dewan Keamanan PBB, Indonesia mulai membentuk hubungan dengan PBB selesai. Dilakukan hingga 31 Juli 1947.

Resolusi tersebut disambut baik oleh PBB dengan mengeluarkan resolusi yang menyerukan kedua belah pihak untuk berhenti menembak dan menyelesaikan perselisihan melalui arbitrase atau cara lain.

Lkpd Sej. Peminatan 3.1 Worksheet

Pada tanggal 25 Agustus 1947, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima resolusi Amerika Serikat untuk membentuk Komite Urusan Baik untuk membantu menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda.

Komisi ini dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN). Ketiga negara tersebut adalah Australia (dipilih oleh Indonesia), Belgia (dipilih oleh Belanda), dan Amerika Serikat (dipilih oleh Australia dan Belgia).

Dua tahun kemudian, pada 28 Januari 1949, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang menyerukan kepada Indonesia dan Belanda untuk segera menghentikan semua kegiatan militer. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memerintahkan Belanda untuk membebaskan semua tahanan politik yang ditahan sejak dimulainya serangan militer kedua.

Kemerdekaan Indonesia akhirnya diakui oleh Belanda, dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di Den Haag, Belanda, dari tanggal 23 Agustus – 2 November 1949.

Makalah Respon Positif Dunia Internasional Atas Kemerdekaan

Mereka mengakui Indonesia sebagai Indonesia Serikat, negara federal yang terdiri dari Republik Indonesia bersama dengan Yogyakarta dan negara federal yang didirikan oleh Belanda. Sementara itu, situasi di Iran barat harus dibicarakan lagi.

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa diratifikasi melalui Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa No. 86 pada tanggal 26 September 1950. Persyaratan dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pengakuan kemerdekaan, sikap belanda terhadap kemerdekaan indonesia, pengakuan ham oleh pbb, pengakuan malaysia terhadap indonesia, pengakuan kemerdekaan indonesia, peran indonesia terhadap pbb, respon internasional terhadap proklamasi kemerdekaan indonesia, peranan pbb terhadap indonesia, reaksi belanda terhadap kemerdekaan indonesia, pengakuan india terhadap kemerdekaan indonesia