Mengapa Kita Perlu Belajar Sejarah

Mengapa Kita Perlu Belajar Sejarah – Semester/Tahun Akademik: I, 2016/2017. Persyaratan MK : – Jumlah SKS : 2 SKS Waktu Rapat : 100 menit Dosen Pembimbing : Supriyanto, S.Psi., M.Si WA : Pin bb : 7EBA9612

Memahami psikologi dan ruang lingkupnya. Sejarah dan perkembangan psikologi. Sekolah maju dan pemikiran dalam psikologi. Psikologi terapan dan psikologi modern.

Mengapa Kita Perlu Belajar Sejarah

6 Referensi: Schultz, D. P. & Schultz, S.E. (2011). Sejarah Psikologi Modern, Edisi 10. New York: Wadsworth. Hasan, F. (2005). Sebuah Pengantar Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Jaya Abidin, Z. (2006). Filsafat Manusia: Memahami Orang Melalui Filsafat. Bandung: PT Pemuda Rosdakarya Sihotang, K. (2009). Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme. Kanisius Van der Weij. ( ). Filsuf besar tentang manusia. Gramedia Picken, W.E. dan Rutherford, A. (2010). Sejarah psikologi modern dalam konteks. New Jersey: John Willey & Son.

Panduan Membaca Label Makanan

Izinkan ke toilet 3. Ponsel senyap, terima panggilan luar 4. Aktif 5. Toleransi penundaan 15 menit

Psikologi adalah studi tentang perilaku dan proses mental (Passer & Smith, 2004). Perilaku Terlihat Perasaan mental, persepsi, ingatan, emosi, sikap, dll.

Masa lalu dapat membantu membentuk masa kini. Tidak ada bentuk, pendekatan, dan definisi psikologi yang seragam yang disepakati oleh semua psikolog. Mengintegrasikan bidang/masalah dalam psikologi

A. Strukturalisme Psikologi adalah tentang menemukan fakta tentang struktur mental/sadar dan berfokus pada pengalaman sadar yang dimiliki individu. B. Fungsionalisme Fokus pada bagaimana proses mental bekerja dan bagaimana proses mental ini digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Ini Dia Alasan Kenapa Kamu Harus Belajar Coding Mulai Dari Sekarang!

18 C. Behaviorisme Fokus pada perilaku yang diamati dan gunakan metode objektif. D. Psikologi Gestalt Studi tentang proses belajar dan persepsi. E. Psikoanalisis menekankan pengalaman bawah sadar. F. Psikologi Humanistik menekankan pada kekuatan atau hal positif, kehendak bebas, dan potensi manusia.

Vidinia, niken, shella, tami, rahmadhina II Rahma, yohana, melisa, tazkia, reyhand, dhika III Kuntum, gabby, nita, sasa, momo, dea IV Taufan, pricillia, nindya, diana, atin, riesta V Vias, shafas, penyembuhan, renaldi, cahaya, annisa

Untuk mengoperasikan situs web ini, kami merekam data pengguna dan membagikannya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menerima Kebijakan Privasi kami, termasuk kebijakan cookie kami. Sejarah sebenarnya kaya dengan referensi kehidupan ini. Namun, hafalan telah mengasingkan sejarah dari generasi muda Indonesia.

Banyak orang berpikir bahwa sejarah adalah pelajaran dalam menghafal tanggal dan nama. Bahan ajar juga dinilai berlebihan. Itu sebabnya kelas sejarah adalah neraka ekstra di sekolah, kebanyakan siswa tidak menyukainya.

Pentingnya Sejarah Dalam Kehidupan

Padahal, hampir semua pelajaran menuntut siswa untuk menghafal. Seperti studi Islam, yang menuntut siswa untuk menghafal banyak doa atau ayat-ayat pendek. Tetapi jelas bahwa semua ini berguna bagi siswa yang bersangkutan. Demikian pula, kelas kimia mengharuskan siswa untuk menghafal rumus atau simbol untuk bahan kimia. Siswa yang menghafalnya tidak memiliki masalah untuk masuk ke sains atau teknik.

Jadi mengapa menghafal sejarah menjadi beban bagi sebagian besar siswa? Mungkin karena menghafal tanggal dan nama dari sejarah tidak banyak berpengaruh pada kehidupan pasca-pemeriksaan mereka. Apalagi setelah berhasil mengingat banyak hal dalam peristiwa sejarah, ternyata ada argumentasi bahwa apa yang diingat tidak sesuai dengan fakta.

Saat di sekolah, salah satu anak nakal Italia, Benito Amilcare Andrea Mussolini, menyukai pelajaran sejarahnya. Nilai sejarahnya, serta bahasa dan sastra Italia dalam catatan sekolah, adalah yang terbesar. Sejarah Italia membuat Mussolini memiliki mimpi dan ambisi besar untuk mengembalikan Italia ke masa kejayaannya seperti di era Romawi.

Adalah Alexander Agung yang mempelajari sejarah Perang Troya dari Iliad karya Homer. Terlepas dari kebenaran kebenarannya, terlepas dari sejarah yang dia pikirkan dari Iliad, Alexander Agung memiliki motif untuk menjadi ksatria yang menakutkan seperti pahlawan perang Yunani Achilles. Semua orang tahu bahwa sebelum dia mati muda, Alexander Agung menaklukkan banyak wilayah di Eropa dan Asia.

Sejarah Kelas 12

Baik Mussolini maupun Alexander tidak akan menghafal semuanya dari pelajaran yang mereka baca. Rasa ingin tahu membuat mereka membaca lebih banyak dari yang lain sampai mereka merasa telah hafal. Sayangnya, tidak semua siswa memiliki minat yang sama. Mereka yang tidak memiliki minat dalam sejarah jatuh ke dalam perangkap belajar hafalan.

Padahal, hakikat mempelajari sejarah tidak lebih dari menelaah nilai-nilai dalam peristiwa sejarah atau mempelajari bagaimana tokoh sejarah menghadapi kehidupan dan menciptakan sejarah. Sebagai contoh, dari peristiwa perang yang terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, guru harus mampu menggali pentingnya harga diri bangsa meskipun hanya berbekal parang melawan kekuatan dunia yang menang untuk kedua kalinya. . Perang Dunia. Dan belajar dari Syahrir bahwa meskipun negara ini baru merdeka dan masih membutuhkan, bukan berarti dia tidak bisa membantu orang-orang yang kelaparan di India. Mayor Abdullahdan, pemimpin pertempuran yang terjadi pada 10 November 1945, seharusnya bisa menjelaskan bagaimana seorang tukang becak muda yang buta huruf bisa menjadi komandan yang begitu disegani.

Sejarah harus mampu menanamkan pada diri anak-anak semangat juang untuk memperjuangkan mimpinya. Guru bisa mengajak anak belajar tentang Gajah Mada yang tidak makan buah palapa sebelum penyatuan nusantara, atau Hatta yang tidak menikah sebelum kemerdekaan Indonesia. Ceritakan cerita tanpa pertanyaan dan jawaban yang panjang, asalkan apa yang diceritakan tidak hanya di buku, tetapi apa yang biasanya ingin didengar siswa. Karena apa yang ada di buku bisa dibaca di rumah. Tentu saja, perlu untuk membagikan apa yang dikatakan untuk dipikirkan, bukan untuk dihafal.

Streaming film sejarah di Youtube tentunya dapat membantu siswa belajar tentang suatu peristiwa atau tokoh sejarah. Namun, sekali lagi, pembelajaran sejarah selalu didasarkan pada kurikulum sejarah yang kaku yang diulang dari SD, SMP, dan SMA, dan ini masih bersifat hafalan. Jika jawaban tidak sesuai dengan pemahaman guru, siswa dapat disalahkan atau dianggap gagal. Soal yang digunakan biasanya pilihan ganda atau esai yang mirip dengan kata-kata guru.

Yuk, Kenali Apa Itu Breadboard Dan Alasan Kenapa Kamu Harus Menggunakannya !

Mencari nilai untuk menjalani hidup atau menggali semangat positif bukanlah tujuan yang sering dicapai dalam dunia pendidikan Indonesia. Nilai dalam bentuk angka selalu merupakan dimensi. Guru dan siswa yang mengejar nilai saja, bukan menggali semangat dan nilai-nilai positif dalam sejarah, hanya belajar sejarah tanpa belajar dari sejarah.

Meskipun banyak orang yang peduli dengan pendidikan akan setuju bahwa pemahaman lebih penting, kenyataannya pembelajaran hafalan sangat lazim dalam pengajaran sejarah. Hafalan siswa terhadap nama tokoh atau tempat, serta tanggal, seringkali menjadi tolak ukur penguasaan materi sejarah di sekolah. Siswa dengan memori yang buruk mungkin bekerja keras tetapi mendapatkan nilai rendah di buku catatan mereka. Tetapi tidak semua orang memiliki ingatan yang baik.

Ini adalah pendapat yang hampir umum, meskipun salah, bahwa sejarah adalah pelajaran yang dipelajari dengan hati. Banyak anak sekolah membenci pelajaran ini. Bahkan seorang anak yang awalnya menyukai sejarah karena pengalaman berwisata ke museum atau menonton film sejarah bisa kehilangan kecintaannya pada sejarah setelah sekolah dipenuhi dengan terlalu banyak hafalan. Menghafal tidak berguna di masa depan kecuali untuk ujian sejarah.

Nampaknya bukan hanya anak-anak masyarakat saja yang merayakan sejarah hafalan, tetapi juga pendapat para pakar pendidikan. Perrington, d

Menurut Pendapatmu Mengapa Kita Perlu Mempelajari Sejarah? Jawaban Soal Tvri Kelas 4 6 Sd 18 Agustus

(1980), menulis, sejarah sebagian besar didominasi oleh hafalan. Sebagian karena mereka memiliki pendapat sendiri, fakta sangat penting dalam peristiwa sejarah, sehingga mereka pikir mereka harus diingat.

Yaitu, jika Anda lupa nama tokoh, tempat, peristiwa atau tanggal dalam kehidupan sehari-hari Anda, buka saja buku sejarah, ensiklopedia, atau cari menggunakan mesin pencari. Apa yang sebelumnya terlupakan dapat ditemukan kembali. Dengan demikian, meskipun Indonesia terus dipraktekkan dalam dunia pendidikan, namun hafalan tidak diperlukan dalam pembelajaran sejarah.

Bukan hal yang aneh bagi seorang mantan siswa untuk mengetahui setelah lulus bahwa apa yang diajarkan di sekolah, atau bahkan dihafal, adalah salah. Misalnya tentang penyiksaan di Lubang Buaya. Ada penyiksaan di sekolah tempat guru dan buku sejarah mengajar. Namun setelah membaca pengakuan dokter otopsi tentang tidak adanya penyiksaan, apa yang diajarkan di sekolah guru itu runtuh. Efek jangka panjang dari hal ini adalah mengurangi kepercayaan publik terhadap guru dan sekolah.

Hal ini lumrah di Indonesia yang masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, namun sudah menjadi sesuatu yang harus diingat. Seolah-olah mereka yang membuat kurikulum menganggapnya sebagai fakta. Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia, Prof. Susanto Zuhdi mengatakan tidak ada sejarawan yang ikut serta dalam penyusunan kurikulum sejarah pendidikan dasar dan menengah.

Mengapa Pelajaran Sejarah Tak Disukai

Tidak hanya banyak menghafal. Kelas ini tidak menarik karena profesor sejarah menceritakan lebih banyak cerita selama kuliah. Padahal, saat ini sudah mudah mendapatkan buku pelajaran sejarah yang memuat materi yang sedang dibicarakan guru. Cerita sepihak seringkali membuat siswa mengantuk dan tidak dapat memahami pelajaran. Apalagi jika pelajaran ini di jam terakhir. Mata pelajaran ini, yang seringkali saling melengkapi, didiskriminasi di sekolah-sekolah untuk mendapatkan nilai tinggi dalam ujian nasional. Pelajaran sejarah terus membekas di mata anak-anak. Jika dibiarkan, sejarah hanya akan ditulis dalam buku, dan generasi terakhir tidak akan mengingatnya sama sekali. Sejarah telah menjadi bagian penting dari peradaban manusia. Dengan bantuan sejarah, kita bisa belajar tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu dan belajar banyak hal darinya yang bisa kita terapkan hari ini.

Mungkin banyak orang yang menganggap belajar sejarah itu membosankan. Namun, sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari belajar sejarah.

Salah satunya untuk mengembangkan pikiran kritis dan berguna untuk membangun karir. Untuk alasan lain mengapa Anda harus mempelajari sejarah, simak 6 poin berikut ini secara lengkap:

Dengan mempelajari sejarah, kita bisa belajar banyak tentang apa yang terjadi di masa lalu. Sejarah adalah ilmu multifaset yang berguna untuk meningkatkan kesadaran budaya dan pemahaman moralitas dan karakter.

Aksi Nyata 2 Mengapa Kurikulum Perlu Diubah?

Mempelajari sejarah akan membuka mata Anda terhadap perilaku manusia dan bagaimana mereka bersosialisasi dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Buat

Mengapa perlu belajar filsafat, mengapa kita perlu hemat energi, mengapa kita perlu belajar komputer, mengapa kita perlu belajar, mengapa kita perlu belajar manajemen, mengapa kita perlu belajar bisnis, mengapa kita perlu belajar bahasa indonesia, mengapa kita perlu, mengapa perlu belajar bisnis, mengapa kita perlu mempelajari sejarah, mengapa kita perlu belajar bahasa inggris, mengapa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi