Kapan Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Kapan Terjadinya Gerhana Matahari Cincin – Liputan6.com, Jakarta Penyebab terjadinya gerhana matahari yang merupakan fenomena alam mungkin masih belum diketahui sebagian orang. Padahal, penyebab terjadinya gerhana matahari ini adalah karena posisi Bumi, Bulan dan Matahari membentuk satu garis lurus.

Dan penyebab terjadinya gerhana matahari ini adalah ketika posisi Bumi, Bulan dan Matahari membentuk satu garis lurus, Bulan akan menutupi Matahari. Posisi Bulan yang menutupi Matahari akan menyebabkan pandangan manusia terhadap Matahari terhalang.

Kapan Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Meski ukuran Matahari memang sangat besar, namun ukuran Matahari sendiri sekitar 1,2 juta kali ukuran Bumi. Namun, Matahari dan Bumi terpisah sekitar 150 juta kilometer, dan karena jarak yang sangat jauh inilah Matahari tampak kecil jika dilihat dari Bumi.

Waktu Dan Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Bulan, di sisi lain, lebih dekat ke Bumi. Oleh karena itu, orang akan melihat bahwa bulan lebih besar dari matahari. Dan tentunya ketika Bulan berada di tengah-tengah Bumi dan Matahari akan menyebabkan terjadinya gerhana matahari

Anda mungkin masih cukup bingung bagaimana penyebab terjadinya gerhana matahari lebih detail. Berikut Liputan6.com rangkum alasan terjadinya gerhana matahari sekaligus cara aman menyaksikan gerhana matahari pada Senin (15/6/2020).

* Fakta atau hoax? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silahkan WhatsApp ke nomor Liputan6.com Cek Fakta 0811 9787 670 cukup dengan memasukkan kata kunci yang diinginkan.

Penyebab terjadinya gerhana matahari ini telah dijelaskan sebelumnya, ketika posisi Bumi, Bulan dan Matahari membentuk satu garis lurus dapat menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Meski ukuran Bulan sejuta kali lebih kecil dari Matahari, namun karena posisi Bulan yang lebih dekat dengan Bumi, menyebabkan ilusi optik yang membuat ukuran Bulan tampak lebih besar dari Matahari jika dilihat. dari bumi.

Mengenal Gerhana Matahari: Pengertian, Proses Dan Jenis

Jadi wajar saja, ketika posisi Taurus berada di tengah-tengah antara Bumi dan Matahari, Bulan akan tampak menutupi bentuk Matahari, dan akhirnya akan terjadi fenomena alam yang disebut gerhana matahari.

Wajar bagi Bumi untuk merevolusi orbitnya mengelilingi Matahari. Di sisi lain, Bulan yang merupakan satelit Bumi juga bergerak mengelilingi Bumi setiap hari. Pergerakan Bulan mengelilingi Bumi dikenal sebagai revolusi Bulan. Dan karena keduanya mengorbit pada masing-masing target, wajar jika ada saatnya posisi Bumi, Bulan, dan Matahari akan sejajar. Selain itu, gerhana matahari yang terjadi tidak hanya terjadi di satu tempat dan sangat mungkin terjadi bergantian.

Sebenarnya ada beberapa jenis gerhana matahari. Hal ini mengacu pada proses terjadinya gerhana matahari. Kemudian faktor lain yang juga menyebabkan terjadinya gerhana matahari tergantung pada jarak Matahari dari Bumi dan juga jarak Bulan dari Bumi yang sewaktu-waktu dapat berubah. Secara umum, gerhana matahari dibagi menjadi empat jenis yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari hibrida.

Dua pria mencoba kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari total di kamp astronomi di desa Vallenar di gurun Atacama, Santiago, Chili, 1 Juli 2019. Gerhana matahari total akan terlihat dari Chili dan Argentina 2 Juli-3 Juli. (AFP Sen/Martin Bernetti)

Posisi Gerhana Total Di Ternate, Maluku Utara

Melihat gerhana matahari secara langsung dengan mata telanjang dapat menyebabkan iritasi mata. Ini karena sinar radiasi dari Matahari dengan mudah mencapai mata kita di Bumi. Dan jika Anda bertekad melakukannya secara langsung untuk melihat wilayah fotosfer Matahari atau cincin terang saat gerhana matahari, itu akan berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Dan jika dilakukan terus menerus akan menyebabkan kebutaan.

Di bawah ini adalah beberapa cara aman untuk menikmati gerhana matahari yang sedang berlangsung yaitu:

Cara ini cukup banyak digunakan oleh masyarakat saat terjadi gerhana matahari. Apalagi untuk mendapatkan kacamata anti radiasi jenis ini juga sangat mudah dan murah.

Teleskop biasanya digunakan untuk mengamati bintang-bintang di langit. Namun, teleskop ini juga terkadang digunakan untuk melihat gerhana matahari. Namun, agar tidak membahayakan mata, diperlukan metode khusus. Metode ini adalah memantulkan cahaya dari teleskop ke permukaan datar yang berwarna putih, seperti kertas putih atau papan tulis.

Itera Akan Adakan Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember

Mungkin terdengar lucu, tapi sebenarnya itu cara yang paling aman dan benar-benar memberikan gambaran yang jelas tentang bentuk gerhana. Anda dapat menikmati gerhana matahari melalui siaran atau saat ini Anda juga dapat menggunakan fitur ‘Live’ di YouTube yang dapat menampilkan fenomena alam ini.

Itulah beberapa penyebab terjadinya gerhana matahari dan juga bagaimana cara menikmati fenomena ini dengan aman, mengingat gerhana matahari jarang terjadi dan jika Anda berkesempatan untuk melihat dan menikmati setiap momennya, akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Matahari Annular. Gerhana [GMC] terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Kepulauan Mariana Utara, dan Guam.

Di Indonesia, GMC hanya bisa dilihat di tujuh provinsi yang tersebar di 25 kabupaten/kota. Ketujuh provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Foto sempurna gerhana matahari cincin di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada 26 Desember 2019. Foto: Kanwil Kemenag Aceh/Khairul Umami

Aplikasi Untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin

Terjadi ketika Bulan menutupi pusat Matahari dan meninggalkan tepi luar Matahari, menciptakan “cincin api” atau cincin seperti yang terlihat dari permukaan bumi. GMC terakhir diamati dari beberapa wilayah di Indonesia pada 26 Januari 2009.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, GMC yang digelar pada 26 Desember 2019, bertepatan dengan peringatan 15 tahun gempa dan tsunami Aceh. Di Indonesia, gerhana ini pertama kali terlihat di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, dan berakhir di Tanjung Redep, Kalimantan Timur.

Terjadinya GMC melalui beberapa fase, yaitu fase awal piringan Matahari yang mulai tertutup Bulan, Matahari mulai tertutup Bulan, hingga Matahari tertutup Bulan.

Kanwil Kemenag Provinsi Aceh melakukan pemantauan langsung terhadap GMC di kota Sinabang. Tim Falakiyah dari Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Alfirdaus Putra, mengatakan di Sinabang, GMC terlihat sempurna karena cuaca sangat cerah.

Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

“Gerhana matahari cincin di Sinabang terjadi pada pukul 11.53 menit 51 detik dan berakhir pada pukul 11.56 menit 54 detik. Sedangkan puncaknya pada pukul 11.55 menit 20 detik,” jelasnya.

Hal ini juga terlihat di kota Banda Aceh, meskipun tidak berbentuk cincin, atau matahari hanya tertutup sebagian oleh bulan sabit. Pengamatan dilakukan oleh BMKG di Stasiun Mate Ie Kabupaten Aceh Besar di gedung Pusat Penelitian dan Mitigasi Bencana Tsunami Universitas Syiah Kuala Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mata Ie Djati Cipto Kuncoro mengatakan, GMC tidak dapat dilihat secara langsung karena dapat merusak mata bahkan menyebabkan kebutaan.

“Melihat gerhana matahari membutuhkan pelindung mata atau filter khusus seperti kaca mata hitam, teropong dan lainnya,” jelasnya, Kamis [26. Desember 2019].

Gambar Diatas Menunjukan Peristiwa Terjadinya Gerhana… A.bulan Totalb. Matahari Totalc. Matahari

Dikutip dari situs Alodokter, dijelaskan bahwa melihat gerhana matahari langsung tanpa pelindung dapat menyebabkan retinopati matahari. Ini berarti bahwa kondisi ini terjadi ketika terlalu banyak sinar ultraviolet [UV] memasuki retina, yang akhirnya merusak mata.

Ketika sinar UV masuk ke mata, mereka difokuskan oleh lensa dan diserap oleh retina di bagian belakang mata. Setelah sinar UV diserap oleh retina, ia menghasilkan radikal bebas yang mulai mengoksidasi jaringan di sekitar mata. Akibatnya, batang dan kerucut di retina menjadi rusak. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati surya.

Orang yang mengalaminya biasanya tidak langsung merasakan gejala atau bahkan tidak merasakan gejala sama sekali. Gejala muncul beberapa jam hingga 12 jam kemudian, yang meliputi ketidaknyamanan mata saat melihat cahaya terang, sakit mata, mata berair, dan sakit kepala.

Pada kondisi yang lebih parah, Bumi menjadi kabur atau penglihatan seperti hantu, berkurangnya kemampuan melihat warna dan bentuk, bintik hitam di tengah mata, dan kerusakan permanen pada mata karena terhalang oleh Bulan. Ada beberapa jenis gerhana matahari yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari campuran atau hibrida dan gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari total adalah ketika Bulan menutupi seluruh bagian Matahari sehingga bayangan Bulan jatuh ke Bumi, menyebabkan sinar matahari terhalang oleh Bulan, namun tidak semua wilayah di Bumi memiliki efek ini. Sedangkan gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus, tetapi pada saat itu piringan bulan yang dilihat dari Bumi terlihat lebih kecil dari piringan matahari, sehingga pada saat puncak gerhana matahari akan terlihat seperti cincin. Jenis ketiga adalah gerhana matahari campuran atau hibrida, yaitu fase di mana gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin terjadi secara bersamaan pada waktu yang sama. Jenis terakhir adalah gerhana matahari parsial, di mana bulan hanya menghalangi sebagian dari sinar matahari.

Lapan Ungkap Bumi Akan Disajikan Fenomena Gerhana Matahari Cincin Pada 10 Juni 2021

Di penghujung tahun ini, pada 26 Desember 2019, Indonesia berkesempatan melihat salah satu fenomena langka, yaitu gerhana matahari cincin. Selain Indonesia, ada beberapa daerah lain yang akan dilalui gerhana matahari cincin, yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, dan Samudra Pasifik. Gerhana matahari cincin akhir tahun ini juga dapat dilihat dari beberapa daerah lain, seperti beberapa negara di Afrika Timur, seluruh Asia, Samudera Hindia dan Australia bagian utara.

Puncak gerhana matahari cincin diperkirakan akan melewati Indonesia pada pukul 12:15 WIB dan berakhir pada pukul 12:19 WIB, yang berarti hanya 4 menit fase puncak gerhana matahari cincin. Tidak semua wilayah di Indonesia akan mengalami gerhana matahari cincin, namun hanya beberapa wilayah saja yang bisa melihat fenomena tersebut. Beberapa daerah tersebut antara lain Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Sebelum memasuki fase puncak gerhana matahari cincin akan didahului oleh fase gerhana matahari sebagian

Kapan saja terjadinya gerhana matahari, gerhana matahari cincin, gambar gerhana matahari cincin, foto gerhana matahari cincin, bentuk gerhana matahari cincin, kapan terjadinya gerhana matahari total, kapan terjadinya gerhana matahari, skema gerhana matahari cincin, terjadinya gerhana matahari cincin, pengertian gerhana matahari cincin, proses terjadinya gerhana matahari cincin, gerhana matahari cincin adalah