Jelaskan Bagaimana Proses Terjadinya Petir

Jelaskan Bagaimana Proses Terjadinya Petir – – Teman-teman semua, dalam pembahasan tentang sains atau ilmu alam, kali ini kita akan membahas bagaimana proses fisis petir berlangsung?

Pada setiap artikel di www., Semua tulisan yang diawali dengan “di” sengaja dipisahkan dengan kata dasar satu spasi, yang merupakan tanda

Jelaskan Bagaimana Proses Terjadinya Petir

Alam penuh dengan segala macam fenomena yang indah dan menarik. Itu telah mempesona umat manusia selama berabad-abad hingga hari ini.

Fenomena Petir Menurut Ilmu Fisika Beserta Pendekatan Matematisnya

Salah satu fenomena tersebut adalah petir. Baut petir menunjukkan pola zig-zag yang biasanya terlihat kurang dari setengah detik. Peristiwa ini menghasilkan kilatan cahaya yang begitu terang sehingga sekitarnya menjadi cerah dalam sekejap mata.

Meskipun pemandangannya menarik, itu juga membuat orang takut. Berkat semburan energi yang intens ini, petir dapat menumbangkan pohon, memicu kebakaran, dan bahkan menyebabkan kematian. Ketakutan ini bahkan bisa sangat diperkuat oleh suara guntur yang keras.

Pada zaman dahulu, orang tidak tertarik membahas fenomena ini. Orang-orang dari budaya yang berbeda, seperti orang Yunani dan Romawi, menganggap peristiwa ini sebagai dewa yang memerintah bumi dengan kilat atau kilat.

Halo, proses pembentukan petir dimulai dengan penguapan air dari permukaan bumi. Danau, daratan, sungai, laut, kolam, dan pepohonan. Dalam proses transpirasi, air naik ke atmosfer sebagai gas.

Bagaimana Proses Terjadinya Petir?

Udara yang naik ini merupakan udara hangat yang kemudian menyebabkan udara dingin bergerak dan menyatu dengan udara hangat. Proses ini menyebabkan udara hangat naik dengan cepat, menciptakan awan besar dan padat.

Di pohon kumulus atau awan badai. Selama badai, partikel presipitasi di daerah yang lebih tinggi dari awan bertabrakan satu sama lain. Karena mereka bergesekan satu sama lain dalam arus udara yang kuat.

Ketika udara naik dan turun di udara, akhirnya bertabrakan dan bergesekan dengan banyak tetesan air dan kristal es, yang kemudian menciptakan muatan listrik statis yang mengandung muatan positif dan negatif selama badai petir.

Beberapa kristal es dan tetesan air akan bermuatan positif. Sementara yang lain menjadi bermuatan negatif. Seiring waktu, potensi listrik bermuatan positif dan negatif di awan terpisah satu sama lain.

Mengenal Awan Kumulonimbus (cb) Penyebab Terjadinya Puting Beliung, Hujan Es, Angin Kencang Serta Petir Dan Kilat

Di mana kristal salju bermuatan positif, ia bergerak ke atas. Sementara itu, kristal berat bermuatan negatif dan tetesan air jatuh ke dasar.

Bagian dari awan elektron atau muatan listrik negatif ini akan mencari dan masuk ke dalam muatan listrik positif. Sehingga terjadi lonjakan elektron berupa nyala api yang dikenal dengan istilah kilat.

Karena bumi merupakan medan listrik yang sangat besar, dan tentunya mengandung muatan baik negatif maupun positif. Dengan cara ini, elektron dari awan juga dapat melompat ke bagian permukaan bumi yang juga bermuatan listrik.

Lompatan elektron ini juga terjadi ketika kita mencoba menghubungkan suatu benda elektronik dengan medan listrik yang terkadang berkilauan. Setelah petir melompat ke tanah dari awan, ia akan kembali dari tanah ke awan, mengikuti jalan yang sama yang telah diambilnya.

Gambar Proses Terjadinya Petir

Seperti proses munculnya petir atau kilat membutuhkan waktu untuk berpindah dari titik A ke titik B, sedangkan udara hangat tidak sempat bergerak sehingga menyebabkan ruang menyebar di udara.

Udara panas kemudian diubah, meningkatkan tekanan udara menjadi 10-100 kali tekanan udara normal di atmosfer. Tekanan udara ini akan meledak dari saluran listrik, menciptakan gelombang kejut partikel terkompresi ke segala arah. Hal ini menyebabkan ledakan atau guntur, dan ketika kita memperhatikan munculnya kilat di tengah hujan, kita mungkin tidak menyadari bahwa selama ini memang terjadi lonjakan beberapa muatan listrik. Namun pernahkah kita bertanya-tanya apakah muatan listriknya sama dengan listrik yang kita gunakan sehari-hari di rumah?

Sejak ditemukannya lampu listrik oleh Thomas Alpha Edison sekitar seratus tahun yang lalu, hampir semua orang kini bergantung pada listrik. Listrik sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu listrik statis (elektrostatis), yaitu fenomena listrik dengan muatan listrik diam, dan listrik dinamis (elektrodinamik), yaitu fenomena listrik dengan muatan listrik yang bergerak. [1]

Apakah Anda pernah bermain penggaris dengan potongan-potongan kertas kecil sebagai seorang anak? Kemudian gosokkan pengontrol ke rambut Anda dan dekatkan ke selembar kertas kecil. Sebuah kertas kecil akan diangkat ke penggaris terlebih dahulu. Fenomena ini merupakan contoh dari listrik statis.

Fenomena Listrik Statis: Mengapa Petir Bisa Terjadi?

Listrik statis adalah sekumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu, yang bersifat tetap (statis), muatan listrik timbul sebagai akibat dari perpindahan elektron dari satu benda ke benda lainnya. [2]

Carles Agustin Coulomb (1736-1806) adalah fisikawan Prancis pertama yang secara ilmiah menjelaskan listrik. Percobaan dilakukan dengan cara menggantungkan dua bola lampu pada seutas benang sutera. [3]

Kemudian sepotong karet digosok dengan pulpen, kemudian mendekati dua bola lampu yang digantung. Akibatnya, kedua bola memantul dan kembali ke keadaan semula beberapa saat kemudian. Kedua bola tersebut juga saling tolak menolak ketika kaca digosok dengan kain sutera kemudian mendekati kedua bola cahaya tersebut.

Ketika karet yang digosok oleh bulu didekatkan ke satu bola dan kaca digosok dengan kain sutera ke bola yang lain, kedua bola cahaya akan saling tarik menarik.

Fenomena Petir Abadi Catatumbo

Fenomena ini merupakan contoh dari konsep muatan listrik. Muatan yang ditolak oleh kaca yang digosok dengan kain sutera adalah muatan positif, sedangkan muatan yang ditolak oleh karet yang digosok dengan bulu adalah muatan negatif.

Dari percobaan yang dilakukan, Coulomb menyimpulkan bahwa ada dua jenis muatan, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Lebih lanjut, Coulomb menemukan bahwa gaya tarik-menarik atau tolak menolak antara dua partikel bermuatan berbanding lurus dengan hasil kali besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan, yang selanjutnya disebut hukum Coulomb. [4]

Penemuan petir sebagai arus listrik dipopulerkan pada tahun 1752 oleh Benjamin Franklin dalam proposalnya yang kontroversial dan eksperimental [5]. Franklin menyarankan untuk menggantung toples Leiden, alat untuk menyimpan listrik, pada benang sutra layang-layang yang diterbangkan selama badai.

Desain eksperimental ini dimodifikasi oleh Thomas-François Dalibard, membuat instrumen serupa dengan penangkal petir modern. Dia mengamati bunga api yang dihasilkan oleh batang besi terisolasi ketika ada awan petir di sekitarnya dan menyimpulkan bahwa petir adalah arus listrik.

Bagaimana Terjadinya Badai Petir

Ketika awan diisi dengan muatan listrik, muatan positif akan terbentuk di bagian atas awan dan muatan negatif akan berada di bagian bawah awan. Saat muatan positif dan negatif menjadi lebih besar dan lebih besar, percikan besar akan muncul di antara awan. Biasanya petir muncul di antara awan, namun terkadang petir terjadi di antara awan dan permukaan bumi. [3]

Muatan positif yang muncul di permukaan bumi akan menarik muatan negatif ke dasar awan. Muatan positif di permukaan bumi terbentuk di atas unsur-unsur khas seperti pohon, bangunan, kilat, dan bahkan manusia. Ketika muatan positif di permukaan digabungkan dengan muatan negatif di awan, percikan besar akan muncul. Percikan adalah kilatan yang biasa kita lihat. [3]

Jadi, pada dasarnya, petir adalah fenomena listrik statis berskala besar yang terjadi secara alami. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa listrik statis adalah fenomena listrik tanpa mentransfer muatan listrik. Sedangkan arus yang biasa kita gunakan di rumah adalah arus dinamis yang dikirim melalui generator kemudian didistribusikan ke masing-masing rumah melalui penghantar.

[2] E. Kashy, F.N.H. Robinson, E.E. Menyusui dan S.B. McGrayne, Listrik. [On line]. Tersedia: https://www.britannica.com/science/electricity#ref71552. [Akses: 09/05/2020].

Mengenal Artian, Penyebab Dan Proses Terjadinya Hujan Es

[4] L. N. Dworsky, “Pengantar elektrostatika numerik menggunakan MATLAB®”, Pendahuluan. pada nomor. Elektrosta. Menggunakan MATLAB®, hlm. 1-31 2014.

Eka Priatna adalah seorang teknisi listrik di PT PLN. Ia tertarik pada sains, khususnya fisika dan sains terapan. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro Universitas Siliwangi.BANDUNG, itb.ac.id – Petir seringkali dianggap berbahaya dan menakutkan, terutama saat terjadi hujan lebat. Suaranya yang nyaring membuat semua orang yang mendengarnya menutup telinganya. Dikatakan bahwa bahkan beberapa orang meninggal karena sambaran petir. Lagi pula, tahukah kita bahwa petir memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia di bumi.

Petir terjadi sebagai akibat dari lompatan elektron dari awan bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif. Guru Besar ITB, Prof. dr. MSc. Reynaldo Zoro menjelaskan, ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar petir bisa terjadi. Yang pertama adalah panas matahari yang menguapkan air, yang kedua adalah partikel di udara yang biasanya berasal dari garam laut atau polutan industri, dan yang ketiga adalah kelembaban daerah tersebut.

Karena terletak di garis khatulistiwa, Indonesia tergolong sebagai salah satu negara dengan jumlah debit petir yang besar. Dia mengatakan sambaran petir diciptakan oleh awan Comonolimbos. Di dalam awan terdapat partikel bermuatan positif (+) dan negatif (-). Partikel positif berada di atas dan negatif di bawah. Kemudian gosokkan diri Anda pada diri sendiri sehingga jika ada energi yang cukup, akan dilepaskan dalam bentuk kilat.

Proses Terbentuknya Awan Cumulonimbus, Penyebab Badai Dan Petir

Biasanya menjelaskan prof. Zoro, kebanyakan petir terjadi saat musim hujan. Petir ini berasal dari muatan positif dan muatan negatif. Ada yang dari awan ke tanah, ada yang dari tanah ke awan. Jika ujung penangkal petir mengarah ke bawah berarti sumbernya dari awan ke tanah, jika sebaliknya, petir dari tanah ke awan. “Paling sering terjadi dari muatan negatif di awan sampai ke dasar (tanah),” jelasnya.

Guru Besar Kelompok Ahli Teknik Elektro (KK), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB, mengatakan petir sebenarnya adalah sahabat kehidupan di bumi. Petir memiliki banyak manfaat. “Sebenarnya jangan takut petir, itu menghasilkan nitrat yang dibawa oleh hujan yang baik untuk tanaman, petir juga menghasilkan ozon yang menutupi sinar ultraviolet. Jadi petir sebenarnya adalah sahabat kehidupan,” ujarnya.

Mengacu pada kejadian sambaran petir atau kerusakan alat elektronik, kata prof. Zoro disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang petir. Seperti yang dijelaskannya, petir sering menyambar struktur gedung-gedung tinggi. Plus, jika ada gedung pencakar langit

Jelaskan bagaimana proses terbentuknya minyak bumi, jelaskan bagaimana proses terjadinya menstruasi, bagaimana proses terjadinya kehamilan, bagaimana proses terjadinya banjir, jelaskan proses terjadinya hujan asam, jelaskan proses terjadinya pemantulan bunyi, jelaskan bagaimana proses terjadinya gerhana matahari, jelaskan proses terjadinya petir, jelaskan proses terjadinya kehamilan, bagaimana proses terjadinya petir, bagaimana terjadinya proses fotosintesis pada tumbuhan, jelaskan proses terjadinya siklus air