Flora Dan Fauna Di Sumatera Barat

Flora Dan Fauna Di Sumatera Barat – Sumatra Endangered Species – Ancaman ekologis dalam istilah ekologis adalah kondisi yang dialami oleh organisme yang unik pada suatu wilayah geografis, seperti pulau, lautan, daratan, atau wilayah ekologis. Untuk dianggap sebagai penyakit, organisme harus ditemukan hanya di satu tempat dan tidak di tempat lain.

Contohnya adalah Jalak Bali yang terdapat di Taman Nasional Bali Barat di pulau Bali. Kondisi fisik, iklim dan biologis dapat menyebabkan penyakit. Misalnya, babi rusa yang merupakan penyakit akibat keterisolasian negara dan hambatan hidup di pulau Sulawesi, sehingga menghasilkan spesies hewan unik yang hanya dapat ditemukan di pulau Sulawesi. Beberapa ancaman di daerah berisiko tinggi termasuk penebangan berlebihan dan pembukaan lahan melalui pembakaran hutan.

Flora Dan Fauna Di Sumatera Barat

Kesimpulannya, Indonesia adalah negeri hewan dan tumbuhan. Namun, kebanyakan dari kita tidak memiliki pengetahuan tentang hewan dan tumbuhan di India. Karena itulah saat ini, adik Nji memberikan semua informasi tentang tanaman di Indonesia, tetapi kurang luas hanya di pulau Sumatera. Di bawah ini adalah informasi tentang 7 Flora Endemik dan Khas Pulau Sumatera.

Pulau Suwarnadwipa Island Padang West Sumatera Barat

Padma raseksa yang memiliki nama latin Rafflesia arnoldii ini merupakan tumbuhan parasit yang terkenal dengan bunganya yang besar, bahkan bunga terbesar di dunia. Tanaman ini tumbuh pada tanaman merambat, Tetrastigma lianas, yang tidak memiliki daun dan karenanya tidak dapat secara fotosintesis memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri.

Nama bunga besar ini tidak lepas dari sejarah ditemukannya tumbuhan ini pertama kali di hutan Bengkulu di pulau Sumatera, pada tahun 1818 di sebuah tempat di dekat Sungai Manna, Lubuk. Namun, wilayah Bengkulu Selatan, meskipun Bengkulu terkenal dengan keindahannya.

Orang yang pertama kali melihat bunga besar ini adalah Dr. Joseph Arnold, bergabung dengan tentara yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles. Oleh karena itu, asal muasal nama bunga Rafflesia arnoldii berasal dari gabungan nama antara Thomas Stamford Raffles sang pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold adalah orang pertama yang melihat bunga itu.

Tanaman ini terdapat di pulau sumatera terutama di bagian selatan seperti bengkulu, jambi dan sumatera selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi utama bagi spesies ini. Spesies ini, bersama dengan anggota genus Rafflesia lainnya, menjadi terancam karena meningkatnya pengendalian pohon secara ilegal.

Contoh Fauna Indonesia Bagian Barat

Rafflesia arnoldii juga memiliki bunga besar dengan lima mahkota bunga. Bunganya adalah satu-satunya bagian tanaman Rafflesia arnoldii yang terlihat, karena tidak memiliki akar, daun, atau batang. Satu bunga memiliki lima kelopak yang berwarna oranye dengan bintik-bintik putih krem. Saat bunga mekar, diameternya mencapai 70 hingga 110 cm dan tingginya mencapai 50 cm serta beratnya mencapai 11 kg.

Rafflesia arnoldii sendiri yang memiliki alat perkembangbiakan, benang sari dan putik, bertempat di sebuah rumah di tengah semak bunga yang berbentuk seperti mangkok. Perlu dipahami bersama, proses penyerbukan bunga Raflesia sendiri dibantu oleh serangga yang tertarik dengan aroma bunga tersebut.

Perlu diketahui, kuncup Rafflesia arnoldii terbentuk di antara batang dan masa berbunga bunga hingga 9 bulan dan masa berbunga 5-7 hari, kemudian bunga Rafflesia mengering dan mati.

Kibut, atau bunga bangkai raksasa, nama latinnya Amorphophallus titanum Becc., adalah tumbuhan dari famili talas (Araceae) yang termasuk tumbuhan atau tumbuhan endemik dari Sumatera, Indonesia yang dikenal sebagai tumbuhan dan bunga terbesar di dalamnya. dunia, meski catatan menunjukkan bahwa kerabatnya, A. gigas bisa menghasilkan bunga yang tingginya bisa mencapai 5 meter.

Pantai Carocok, Wisata Bahari Di Bagian Sumatera Barat

Kibut dikenal sebagai bunga bangkai karena bunganya mengeluarkan bau busuk yang menyerupai bau mayat yang membusuk, yang cenderung menarik lalat dan nyamuk untuk menyerbuki bunga.

Walaupun bunga bangkai (Amorphophallus titanum) lebih besar dari bunga Rafflesia arnoldii, namun bunga bangkai bukanlah bunga yang terbesar, karena bunga bangkai merupakan kumpulan dari beberapa ribu bunga kecil yang tumbuh, berkembang di dalamnya. pegangannya sama.

Bunga bertulang rawan bukanlah bunga tunggal, tetapi perbungaan. Bagian tertinggi (tongkol atau spadix) bunga adalah koloni bunga kecil. Meski sama-sama memiliki bau yang tidak sedap, namun bunga bangkai tidak sama dengan bunga Raflesia, dari segi klasifikasi biologis, warna, gaya hidup, dan siklus hidupnya.

Mari kita pahami bersama, bunga mati mengalami dua fase dalam hidupnya yang tampak berbeda dan tidak pernah berakhir, yaitu fase tumbuh (aseksual) dan reproduksi (seksual). Ketika tumbuh, muncul dari pucuk umbi, muncul satu batang dan satu daun utuh, dan untuk beberapa waktu menyerupai pohon pepaya.

Wilayah Flora Dan Fauna Barat Tipe Asiatis

Bunga mati dapat mencapai tinggi 2 meter dan lebar mahkota 1 hingga 5 meter. Namun, Kebun Raya Indonesia Cibodas mengumumkan pada 11 Maret 2004, bahwa pohon yang tumbuh di sana setinggi 3,17 meter.

Butuh waktu tiga tahun untuk tumbuh dari biji hingga bunga. Jika selama pembungaan tubuh proses pembuahan, Anda akan menemukan buah dan biji berwarna merah di bagian depan pangkal bunga. Benih dapat ditanam di pohon dalam tahap vegetatif. Benih ini sekarang banyak dibudidayakan.

Bunga bangkai merupakan tumbuhan darat kecil yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan dataran rendah mulai dari Afrika Barat hingga Kepulauan Pasifik, termasuk Indonesia. Bunga Titan Arum banyak ditemukan di kawasan hutan hujan tropis di Sumatera, terutama pada ketinggian antara 120 dan 365 meter di atas permukaan laut.

Populasi bunga liar sedang menurun, karena banyak habitat alami mereka telah diubah menjadi pertanian, perkebunan, dan rumah. Alasan lainnya adalah warga kesal dengan bau bunga ini, sehingga mereka memotong bunga dan daunnya.

Pdf) Keragaman Flora Berpotensi Dan Komposisi Vegetasi Di Gunung Marapi, Sumatera Barat

Pinus sumatera juga merupakan salah satu tanaman dan pohon yang dapat menghasilkan O2 atau oksigen selama 24 jam. Dan tentunya pohon cemara sumatera menghasilkan oksigen sepanjang hidupnya.

Pinus sumatera merupakan salah satu jenis pohon konifera yang hanya tumbuh di Indonesia yaitu di pulau sumatera tentunya. Pinus sumatera juga tumbuh di hutan hujan atau hutan pegunungan di pulau sumatera pada ketinggian 1.400 hingga 2.300 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan ini bisa berupa hutan, pohon kecil seperti yang terdapat di Taman Resort Simalem, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan juga pohon setinggi 30 meter.

Sayangnya, meski namanya Pinus Sumatera, penelitian ilmiah tentang spesies ini di Indonesia masih sangat sedikit. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa negara di belahan bumi utara yang sudah sangat maju dalam penelitian dan kajian Taxus Sumatrana dari berbagai aspek.

Flora Dan Fauna Per Provinsi

Berdasarkan banyak penelitian yang telah dilakukan, tanaman Taxus Sumatera ini mengandung zat Taxol yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kanker, sehingga sangat diminati oleh masyarakat sekitar.

Sementara itu, penemuan senyawa kimia taksol yang terkandung dalam tanaman Taxus sumatrana menjadi harapan baru bagi penderita kanker. Senyawa taksol berfungsi untuk membunuh virus penyebab kanker tertentu, seperti kanker rahim dan kanker payudara.

Kayu pinus Jungh merkusii. et de Vriese adalah jenis pinus asal Indonesia yang pertama kali ditemukan dengan nama Tusam di daerah Sipirok, Tapanuli Kidul oleh seorang ahli botani dari Jerman bernama Dr. F.R. Junghuhn.

Ini bukan jenis cepat tumbuh atau cepat tumbuh, jenis pinus ini adalah jenis pinus yang tidak memerlukan kriteria khusus untuk tumbuh, sehingga sangat mudah dibudidayakan di daerah kering. selamat.

Taman Nasional Di Pulau Sumatera Serta Flora Fauna Yang Dilindungi

Tidak hanya kayu yang bisa digunakan, kayu jenis ini juga dimanfaatkan dari Hasil Hutan Tidak Berdaun (HHBK) yaitu getah dari pohon Pinus merkusii yang juga dapat digunakan sebagai gondorukem dan terpentin. . Kedua produk atau getah pinus ini sangat cocok digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. Oleh karena itu, Pinus merkusii sangat tangguh untuk dibudidayakan.

Pohon pinus sendiri merupakan pohon yang berakar kuat dengan sistem perakaran yang dalam dan kuat yang memungkinkannya tumbuh bahkan di tanah yang padat dengan tekstur tanah ringan hingga sedang. Jenis pinus ini juga tidak memiliki persyaratan ketinggian tertentu untuk jenis tanah tempat ia tumbuh karena pohon pinus tumbuh di berbagai jenis tanah, bahkan tanah dengan pH asam.

Pinus merkusii dapat tumbuh dan hidup pada ketinggian yang berbeda, tetapi tempat terbaik untuk jenis pohon pinus ini tumbuh adalah antara 400 dan 2000 meter di atas permukaan laut. Pohon pinus yang ditanam kurang dari 400 meter di atas permukaan laut tidak tumbuh dengan baik karena suhu yang terlalu tinggi.

Tak hanya itu, pertumbuhan pohon pinus jika ditanam pada ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut (MDPL) tidak akan terlalu tinggi karena akan terganggu dan menghentikan proses fotosintesis di dalam pohon.

Persebaran Flora Dan Fauna Indonesia

Biar jelas, Pinus merkusii hanya sejenis pohon

Flora dan fauna di sumatera, flora dan fauna sumatera barat, flora dan fauna di sumatera utara, flora dan fauna sumatera utara, flora dan fauna di australia, flora dan fauna pulau sumatera, flora dan fauna di asiatis, flora fauna sumatera, flora dan fauna sumatera, persebaran flora dan fauna di sumatera, flora dan fauna di pulau sumatera, flora dan fauna di indonesia