Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Manusia

Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Manusia – Kehidupan di bumi tidak bisa lepas dari polusi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan polusi sebagai kotoran dan polusi. Ada berbagai jenis polusi saat ini, mulai dari polusi udara, polusi air, polusi tanah, hingga polusi suara.

Semua polutan membawa akibat negatif, terutama bagi kesehatan. Polusi udara, misalnya, selain gangguan kesehatan paru-paru, dapat meningkatkan risiko glaukoma, yang dapat berujung pada kebutaan.

Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Manusia

Pencemaran udara adalah pencemaran udara dengan adanya berbagai pencemar di luar ambang batas. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh LAPAN, beberapa pencemar tersebut antara lain bahan kimia CO, NO, SO, SPM (fixed particulates, O dan berbagai logam berat seperti timbal) . Secara global, penyumbang utama polusi udara adalah industri transportasi.

Bahaya Polusi Udara Bagi Kesehatan Paru

Dikutip dari laman Antara News, Glaukoma bisa menyebabkan kebutaan permanen. Artinya kebutaan ini tidak bisa disembuhkan. Penyebab paling umum adalah bahwa tekanan cairan menumpuk di mata dan merusak saraf optik yang menghubungkan mata ke otak.

Juga, polusi ini dapat mempengaruhi produktivitas manusia. Efek jangka panjangnya dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan munculnya masalah sosial ekonomi bagi keluarga dan masyarakat.

Situs WHO menunjukkan bahwa kehidupan manusia saat ini dibatasi oleh polusi udara dari berbagai arah. Asap dari mobil memenuhi udara untuk bernafas. Juga, ada polusi dari bangunan seperti asap rokok dan pembakaran sampah.

WHO melaporkan kematian dini akibat polusi udara mencapai 7 juta kasus per tahun. Kematian tersebut merupakan akibat dari polusi udara akibat stroke, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Dampak Pencemaran Udara (polusi Udara) Terhadap Penyakit Hipertensi

Saat ini polusi udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara, yaitu inhalasi, ingesti, dan penetrasi kulit. Inhalasi adalah masuknya polutan melalui sistem pernapasan. Ingesti adalah masuknya bahan pencemar ke dalam saluran pencernaan (ingesti).

Akhirnya, polusi udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit. Saluran masuk ini sangat berbahaya bagi polusi udara.

Padahal, dampak negatif pencemaran udara juga berbahaya bagi kehidupan hewan (fauna). Tingkat polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan gejala kerusakan otak dan kejang pada hewan. Dan tikus yang terpapar NO pada level 2500 ppm dapat kehilangan kesadaran selama 6-7 menit.

Polusi udara adalah masalah lingkungan yang nyata. Banyak negara telah menyatakan perang untuk memerangi polusi ini dan menghentikan peningkatan pemanasan global.

Kimintekhijau.com: Dampak Serta Penanggulangan Pencemaran Udara

Misalnya, kendaraan atau pengangkut berbahan bakar fosil perlahan digantikan oleh kendaraan listrik. Selain itu, meningkatkan kesadaran akan pembaharuan bumi dengan menanam pohon dilakukan sebagai “ibu bumi”.

Dan sekarang, kemungkinan menggunakan nol sedang dijajaki sebagai cara untuk mengatasi polusi udara. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menulis bahwa teknologi nuklir dapat menjadi energi bersih di luar sumber energi terbarukan. Teknik nuklir dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat dan penyebab pencemaran udara. Pada pertengahan tahun 2019, masalah kualitas udara di negara ini berkembang cukup signifikan.

Masyarakat Jakarta sudah tidak asing lagi dengan polusi udara. Tapi Jakarta bukan satu-satunya tempat untuk bahagia. Beberapa wilayah di luar Jawa, seperti Kota Pekanbaru, Kota Dumai, dan beberapa provinsi di Kalimantan, juga diliputi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap hingga merusak kualitas udara.

Studi Afif Khan dan rekan-rekannya dalam penelitian baru mereka yang diterbitkan pada Agustus 2019 menemukan hubungan erat antara pencemaran lingkungan dan peningkatan penyakit kejiwaan.

Pdf) Pencemaran Udara Akibat Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Studi oleh Khan, et al. mencatat dua set data 151 juta orang dalam database klaim asuransi di Amerika Serikat dan kesehatan 1,4 juta warga Denmark yang terdaftar dalam daftar perawatan nasional.

Mereka juga mencatat indeks kualitas lingkungan dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) dan tingkat paparan setiap individu terhadap polusi udara di Denmark.

Awalnya, Khan dkk melihat data yang dikelola oleh Amerika Serikat. Dari data ini, mereka menunjukkan peningkatan gangguan kejiwaan, terutama depresi (peningkatan 6%) dan gangguan bipolar (peningkatan 27%) pada populasi Amerika Serikat (terutama pada anak-anak) yang tinggal di negara bagian dengan kualitas udara yang buruk.

Metode yang sama digunakan di Denmark. Dari penelitian tersebut, mereka memperkirakan paparan individu terhadap polusi udara sejak lahir hingga usia 10 tahun dan mempelajari empat jenis gangguan kejiwaan, termasuk gangguan bipolar, skizofrenia, penyakit pribadi, dan depresi.

Dampak Dari Polusi Udara

Mereka mengelompokkan persepsi polusi udara ke dalam tujuh tingkat, Q1 untuk kualitas udara bersih dan Q7 menunjukkan kualitas udara yang buruk. Hasilnya mirip dengan Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa jumlah penyakit kejiwaan meningkat dengan meningkatnya polusi udara.

“Dalam kasus skizofrenia [di Denmark], kami mencatat peningkatan 148% kasus di daerah dengan kualitas udara yang sangat baik (Q7) dibandingkan dengan daerah dengan kualitas udara yang buruk yang lebih baik (Q1). Sementara itu, gangguan bipolar meningkat sebesar 29,4% dan 24,3% pada angka Q6 dan Q7 dibandingkan dengan Q1,” Khan, et al. dalam pendidikan.

“Hubungan terkuat antara polusi udara dan penyakit pribadi, menunjukkan peningkatan prevalensi 162%. Untuk kasus depresi berat [di Denmark], ada peningkatan 50,5% di daerah dengan polusi tertinggi,” katanya.

Dalam penelitian tersebut, terdapat enam polutan udara yang menjadi perhatian di Amerika Serikat dan Denmark, yaitu CO, NO

Kak Tolong Di Isi Ini Pertanyaan Asap Kendaraan Bermotor Bagi Manusia Coba Ya Kak Di Isi Ini

Polusi udara dan masalah kesehatan mental menggunakan data resolusi tinggi pada anak-anak di London dari UK Longitudinal Cohort Study” (2019, PDF).

Dalam studi ini, Roberts et al., mengevaluasi masalah kesehatan mental pada anak-anak dan remaja terkait dengan tingkat polusi PM.

Dari penelitian tersebut, para ahli menemukan bahwa tiga hingga empat kali anak berusia 12 tahun yang tinggal di daerah tercemar mengalami depresi berat saat berusia 18 tahun.

Dalam review penelitian yang diterbitkan oleh Roberts, et al. Ilmuwan The Guardian menemukan bahwa 75 persen masalah kesehatan mental dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja, ketika otak mereka masih berkembang.

Materi Pencemaran Lingkungan Dan Dampaknya Bagi Ekosistem

“Polusi udara tingkat tinggi tidak baik untuk Anda, terutama ketika Anda masih muda, baik itu kesehatan fisik maupun mental,” kata Helen Fisher dari Kings College London kepada The Guardian.

Mengapa kualitas dan kesehatan udara penting? Penelitian yang dilakukan oleh Khan, et al. dan Roberts, dkk. jelas menunjukkan bahwa polusi udara tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental penduduk.

Dalam sebuah studi oleh Jacob King berjudul “Polusi udara, kesehatan mental, dan implikasi untuk desain perkotaan: tinjauan” (2018), laporan O.

Informasi ini didukung oleh studi Anna Gladka, Joanna Rymaszewska dan Tomasz Zatonski (PDF). Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018, mereka menunjukkan bagaimana struktur otak rusak karena kondisi udara yang buruk.

Ancaman Polusi Udara Terhadap Kesehatan Jantung

Gladka, dkk. konon racun yang dibawa oleh udara masuk ke sistem pernapasan kita dan masuk ke aliran darah ke otak. Akibatnya, partikel yang terakumulasi dapat mempengaruhi fungsi otak sehingga memicu munculnya penyakit seperti alzheimer atau parkinson, penyakit yang dapat menjadi faktor risiko depresi.

King menambahkan bahwa ada faktor lain yang dapat meningkatkan penyakit mental pada orang-orang di daerah yang tercemar, seperti penyakit yang disebabkan oleh paparan udara dan keadaan emosi negatif. Ada kemungkinan kualitas udara dipengaruhi oleh jumlah lalu lintas jalan atau kebisingan mesin industri.

Melihat kasus di Jakarta, pengukuran kualitas udara IQAir pada Jumat, 22 Agustus 2019 menyebutkan kualitas udara di Jakarta terbaik kedua di dunia pada 159 dan PM.

Melihat hasil kajian tersebut, seharusnya pemerintah didorong untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pencemaran udara di Indonesia agar tidak menimbulkan masalah yang serius. Pengaturan cookie di browser diatur ke “Izinkan semua cookie”. Jika Anda terus menelusuri situs web ini, Anda menyetujuinya. Silakan kunjungi kebijakan privasi jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang kebijakan privasi dan cookie

Bagaimana Tips Mengurangi Dampak Asap Rokok Di Lingkungan?

Saatnya menjaga kesehatan dengan keamanan ganda akibat polusi udara di Jakarta agar terhindar dari penyakit. Itu sebabnya kita perlu lebih berhati-hati. Juga, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak signifikan.

Menurut data Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sumber pencemaran di ibu kota dibagi menjadi empat, yaitu transportasi darat (75%), pembangkit listrik dan termal (9%), pembakaran di tempat usaha (8%) dan pembakaran di lingkungan. rumah (8%). ).

Jika tidak diberikan dengan baik, kita bisa terserang berbagai penyakit. Beberapa penelitian lokal di Indonesia juga menunjukkan bahwa polusi udara dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penurunan fungsi paru-paru (21% hingga 24%), asma (1,3%), PPOK (6,3% prevalensi pada bukan perokok) dan kanker (4) . % kasus tuberkulosis).

Pencemaran udara merupakan salah satu masalah utama bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Bahkan, ada teori bahwa polusi udara di luar ruangan adalah penyebab kanker.

Koalisi Kesehatan: Hentikan Penyebaran Bahan Bakar Fosil

Namun, kanker bukan satu-satunya penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara. Berikut beberapa dampak polusi udara bagi kehidupan manusia, dirangkum dari berbagai sumber.

ISPA merupakan penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang menunjukkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat menular dan dapat ditularkan oleh siapa saja.

Menurut data WHO, ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas infeksi di dunia. Sekitar empat juta orang meninggal setiap tahun akibat ISPA, 98% di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Penyebab lainnya adalah polusi udara.

Asma adalah penyakit menahun atau menahun pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas atau kesulitan bernapas.

Penyakit Yang Disebabkan Dari Polusi Udara Dan Bahayanya Bagi Tubuh

Penyempitan saluran pernapasan ini menyebabkan gejala asma seperti: sesak napas, mengi dan dada terasa sesak. Bagi mereka yang menderita asma, saluran pernapasan lebih sensitif dibandingkan orang lain yang hidup dengan penyakit ini.

Pneumonia atau radang paru-paru adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara atau alveoli di sebagian paru-paru, atau keduanya. Paru-paru basah mungkin terjadi

Dampak polusi udara bagi manusia dan lingkungan, dampak polusi air bagi kesehatan manusia, dampak polusi udara bagi manusia, dampak polusi udara terhadap manusia, dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia, dampak dari polusi udara terhadap kesehatan manusia dapat menyebabkan penyakit, dampak polusi bagi kesehatan, dampak polusi udara bagi lingkungan, dampak pencemaran udara bagi kesehatan manusia, dampak pencemaran udara bagi manusia, makalah dampak polusi udara bagi kesehatan manusia, dampak polusi udara bagi kesehatan