Contoh Kritik Karya Seni Rupa

Contoh Kritik Karya Seni Rupa – Media yang digunakan dalam lukisan di atas tergolong media campuran, dimana beberapa media digunakan untuk membuat lukisan ini. Media yang digunakan antara lain cat minyak, cat poster, dan bedak seperti perak. Penggunaan material campuran dikatakan bertujuan untuk menciptakan kesan hidup, penuh warna dan tidak monoton.

Bagi seniman profesional dan orang-orang yang mengenal seni sangat dalam, karya ini tidak bisa berkata apa-apa. Namun, ada makna mendalam di balik lukisan ini. Seperti yang dinyatakan seniman, lukisan ini dibuat untuk ibunya dan cinta untuk orang tuanya. Ia berpikir jika lukisannya memenangkan kontes, maka ia mengundang orang tuanya untuk melihat pameran kontes seni, berharap orang tuanya akan bangga padanya.

Contoh Kritik Karya Seni Rupa

Banyak kelemahan dalam lukisan ini, di antaranya pilihan warna yang tidak variatif karena warna yang dipilih kebanyakan warna primer dan sangat sedikit warna sekunder yang digunakan terutama warna tersier, sehingga warna dalam lukisan cenderung belum matang.

Prosedur Dan Fungsi Kritik Karya Seni Rupa

Konsep lukisannya sendiri, seniman ingin menunjukkan bagaimana perasaan seseorang (pelukis) saat bermain gitar. Ini adalah perasaan yang penuh warna, bergoyang dengan tenang dan berkilau seperti bintang. Dan semua perasaan ini diekspresikan dalam lukisan dengan beberapa representasi dalam objek atau komponen lukisan itu.

Meski lukisan ini masih jauh dari karya seniman profesional, namun merupakan langkah awal yang baik untuk memasuki dunia seni rupa.

Konsep lukisannya sendiri, seniman ingin menunjukkan bagaimana perasaan seseorang (pelukis) saat bermain gitar. Ini adalah perasaan yang penuh warna, bergoyang dengan tenang dan bersinar seperti bintang

Hendra Gunawan adalah seorang pelukis Indonesia. Ia dipenjara selama 13 tahun dari tahun 1965 hingga 1978. Selama di penjara, ia terus berkarya melukis dengan tema kehidupan desa pada masanya. Seperti memanen padi, menjual buah-buahan, kehidupan seorang nelayan. Ada salah satu karyanya berjudul “Mencari Kutu Kepala” yang dibuat pada tahun 1953. Lukisan ini menampilkan subjek, seorang wanita mencari kutu kepala menggendong anaknya yang sedang memegang wayang di pangkuannya. Lukisan ini dibuat dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 84 cm x 65 cm.

Tugas Mandiri Kelas Xi Kritik Seni Rupa

Lukisan Hendra “mencari kutu rambut” menunjukkan dua wanita dewasa mengenakan kebaya sederhana dan rok jari, dan seorang anak kecil memegang boneka di pangkuan seorang wanita dewasa. Wanita pencari kutu memakai gaun biru-putih yang warnanya hampir sama dengan warna latar belakang, ditampilkan dengan pola titik-titik berwarna, memakai rok coklat dengan kuku, dan rambutnya diikat.

Ekspresi wanita itu tampak serius mencari kutu pada wanita kedua. Wanita kedua mengenakan kebaya sederhana, juga bermotif putih, dan memakai jari kaki berwarna cokelat, namun hampir sama dengan warna dasar yang ditampilkan. Tangannya memegang kepala seorang anak kecil berambut pendek dan berbaju merah muda memegang boneka itu. Kemudian backgroundnya berwarna biru dan terlihat seperti ada pepohonan. Lukisan ini cenderung menggunakan warna-warna lembut dengan latar belakang polos. Kemudian warna kulit ketiganya sama yaitu coklat dan putih.

Lukisan ini bertumpu pada gaya ekspresionis dan menampilkan warna dan latar belakang yang sederhana, kemudian biru dimasukkan ke dalam warna pakaian wanita pertama, kemudian warna dasar termasuk dalam warna jari-jari tangan wanita kedua. Kebaya sederhana adalah pakaian tradisional Jawa yang sering dikenakan oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari, dengan jarik sebagai kombinasi pakaian yang mereka kenakan. Kemudian wanita pertama mengikat rambutnya menjadi sanggul dan menjelaskan tentang budaya Jawa. Kemudian wanita kedua yang memiliki tanda hijau di dahinya adalah perilaku wanita Jawa saat baru saja melahirkan. Rambut panjangnya yang acak-acakan juga memberikan kesan bahwa ia adalah seorang wanita tua yang masih kental dengan tradisi Jawa. Selain itu, adanya boneka yang dipegang oleh anak kecil sebagai mainan menegaskan bahwa kebiasaan mencari kutu rambut yang diperlihatkan merupakan kebiasaan masyarakat Jawa.

Seniman itu seolah ingin menunjukkan perilaku yang terjadi di Jawa yang biasa dilakukan perempuan untuk mengisi waktu luang dengan duduk-duduk dan mencari-cari serangga pada perempuan lain. Seniman menunjukkan salah satu bentuk wayang yang divisualisasikan dipegang atau dimainkan oleh anak-anak muda, yang menegaskan bahwa ini adalah budaya yang ada di Jawa. Kemudian kebaya juga sebagai tanda bahwa seniman ingin menunjukkan salah satu budaya yang ada di Jawa bahwa ada kegiatan yang dilakukan untuk membangun keharmonisan antar teman atau keluarga, salah satunya adalah mengumpulkan dan mencari serangga.

Kritik Seni: Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk, Contoh

Yang sangat menarik adalah lukisan yang berjudul “Mencari kutu rambut” ini, seniman yang ingin menampilkan budaya atau aktivitas masyarakat desa, khususnya kaum perempuan. Dengan gambar yang jelas mendukung judul sehingga apa yang dipikirkan oleh apresiasi tidak jauh dari judul yang ditampilkan.

Namun ada juga yang kurang melakukannya, dana yang dilakukan kurang menunjukkan bahwa itu adalah kebiasaan masyarakat desa. Ini terlalu sederhana dan tidak mendukung topik yang ditampilkan. Padahal biasanya orang yang mencari kutu rambut duduk di depan rumah. Kemudian untuk perbandingan pria asli mungkin kurang diperhatikan, sehingga untuk kaki kedua wanita cenderung pendek. Lalu untuk warna background dan baju gadis pertama agak bingung menggunakan warna yang bersamaan, lalu warna background yang serasi dengan jari-jari gadis kedua agak menarik.

Lukisan karya Ahmad Savic ini merupakan lukisan yang menggambarkan bentuk pohon. Tidak ada pohon lain di sekitar sebagai latar belakang atau subjek tambahan. Hanya tiang listrik yang menjadi pendamping dan muncul dari dekat, namun yang lebih ditekankan adalah pohonnya. Bentuk pohon ini tidak sederhana, ada banyak cabang yang menjadi cabang dari bawah ke atas. Tidak mungkin menebak pohon apa ini, jelas bahwa bentuk cabang yang banyak menunjukkan bahwa itu adalah pohon dengan banyak cabang. Ini bukan pohon hijau yang rimbun, karena bentuk ekspresif daunnya ditemukan secara acak di banyak ranting. Namun bisa dilihat dari bentuk pohon yang menjulang hingga bagian atas batangnya tidak terlihat, ini adalah pohon yang besar. Bentuk dahan pohon yang berkelok-kelok semakin jelas dilihat dari bawah.

Pohon melambangkan kehidupan yang utuh dan aman, kepastian ini diwakili oleh karakter pohon yang umumnya memiliki batang yang kuat. Sesuatu yang berhubungan dengan alam berarti bahwa kehidupan dan pepohonan adalah bagian dari alam. Padahal tiang listrik merupakan penyangga terhadap listrik itu sendiri, seolah-olah merupakan simbol dari sesuatu selain makhluk hidup. Listrik adalah sesuatu yang tidak hidup dan bisa mati. Selain itu, listrik dapat mematikan pohon pada peristiwa tertentu.

Media Massa Dan Kritik Seni Rupa

Lukisan yang “harmonis” ini tidak membuat subjek utama terlalu sentral, sehingga tidak terlalu statis, namun tetap fokus pada subjek utama. Susunan pohon besar ini juga dibuat menjulang lebih miring ke kanan agar lebih indah. Komposisi tiang listrik bagian bawah menjadi sorotan estetika saat bagian atas mendekati puncak pohon. Garis-garis yang dibentuk oleh cabang-cabang pohon tampaknya menjadi ciri khas dari karya ini, juga merupakan kombinasi dari garis-garis yang dibentuk oleh kabel-kabel listrik di sebelahnya. Ini menghasilkan komposisi yang menarik. Begitu juga dengan pengulangan daun abstrak menjadi taburan yang membuat karya ini semakin memukau.

Warna yang digunakan bukan warna asli pohon, Savic menggunakan warna campuran seperti orange, kuning dan biru. Hal ini membuat lukisannya estetis dan menarik. Warna pohon umumnya hijau dan coklat, sehingga lebih bervariasi. Meskipun Savic menggunakan warna ini sebagai latar belakang berwarna, warna ini tetap menjadi elemen estetika dalam karyanya.

Dalam lukisan ini, meski hanya subjek pohon dan tiang listrik, namun memiliki makna yang lebih dalam. Bukan hanya keindahan pohon yang berdiri di samping tiang listrik, tapi lebih dari itu. Anda tidak mendapatkan kesan mewah, tetapi dari pohon itu sendiri bisa mengesankan besar dan tinggi, serta di tiang listrik yang mewakili ketinggian. Penjajaran ini membangkitkan perasaan tertentu yang diciptakan di dalam hati, seperti pada elemen umum antara pohon dan tiang listrik. Ada garis-garis yang merupakan perpaduan serasi yang menunjukkan keharmonisan di antara mereka. Persamaan ketinggian adalah hal yang bagus jika dilihat dari sisi bawah, sangat terlihat pada indikasi bahwa subjek ini dalam posisi tinggi. Tampaknya mengingatkan sesuatu yang lebih tinggi dan lebih tinggi. Terlebih lagi, seolah-olah hanya dari perspektif di bawah ini seseorang dapat melihat semuanya dengan harmonis. Seperti terlihat pada kombinasi jalur kabel dan jalur cabang pohon. Penyatuan pucuk pohon dan pucuk tiang listrik merupakan hubungan kuat yang dibentuk oleh sesuatu yang kuat, yaitu karakter pohon dan tiang listrik. Helaian daun yang bukan milik tiang listrik menghiasi pepohonan yang jalin-menjalin dengan tiang listrik itu. Seluruh lukisan mewakili harmoni yang tak terduga.

Sangat menarik bahwa lukisan ini memiliki gagasan tentang pohon yang praktis menyatu dengan alam, tetapi Savic menghadirkannya dalam suasana perkotaan. Bukan sosok pohon yang mendominasi situasi kering di kota, tetapi gagasan dalam menghadirkan subjek utama adalah bentuk harmoni yang unik.

Berikanlah Contoh Kritik Pada Karya Tersebut Sesuai Tahapan Penulisan Kritik Seni Rupa Dari Proses

Teknik yang digunakan dalam lukisan ini adalah teknik cat air, yaitu teknik yang tepat untuk melukis di atas kertas cat air. Warna air yang digunakan sesuai dengan warna yang diharapkan. Teknik pengecatan wet-on-wet membuat terbentuknya gradasi warna yang bercampur dengan warna kertas.

Fungsi kritik seni rupa, contoh kritik karya seni rupa lukisan, contoh karya seni rupa kolase, contoh karya seni rupa, contoh kritik karya seni rupa terkenal, contoh karya seni rupa kontemporer, contoh gambar karya seni rupa, pengertian kritik karya seni rupa, kritik karya seni rupa, jenis kritik seni rupa, contoh tulisan kritik karya seni rupa, contoh karya seni rupa terapan