Belajar Cara Trading Kripto untuk Pemula dengan Mudah

Cara trading kripto Saat ini semakin banyak dicari orang. Bitcoin, Ethereum dan mata uang crypto lain semakin sering menjadi topik pembahasan utama di media sosial. Namun popularitas uang crypto tidak menjamin keuntungan bagi semua investor.

Banyak sekali saat ini para trader pemula masuk kedalam dunia trading cryptocurrency tanpa memiliki pengetahuan dasar dan hanya sekedar ikut-ikutan saja. Padahal di dalam dunia trading crypto memiliki resiko cukup tinggi.

Sebagai trader pemula Anda masih perlu banyak mempelajari dan melakukan riset mengenai cara trading kripto. Mempelajarinya akan sangat bermanfaat bagi Anda agar mampu memanfaatkan setiap peluang dengan baik dan tentu saja untuk mengurangi resiko kerugian.

Mengenal Terlebih Dahulu Apa Itu Trading Kripto

Trading crypto adalah sebuah aktivitas transaksi mata uang digital dengan melibatkan aset kripto atau cryptocurrency. Aktivitas tersebut dapat berupa tukar-menukar satu aset crypto dengan aset crypto lain.

Dapat juga menjual atau membeli aset kripto dengan mata uang resmi agar memperoleh keuntungan. Yang dimaksud dengan aset kripto adalah aset digital yang menerapkan sistem teknologi Blockchain.

Keamanan dari aset kripto terlindungi oleh kriptografi. Sehingga nantinya aset digital tidak bisa dipalsukan dan hanya dapat teridentifikasi oleh pengirim atau penerima. Aset kripto biasa dikenal dengan istilah Decentralized Network atau jaringan tidak terpusat.

Ini menandakan bahwa aset kripto tidak dibuat oleh otoritas tertentu. Crypto tentu berbeda dengan mata uang resmi yang diterbitkan oleh bank sentral atau otoritas moneter dari suatu negara.

Terhitung per Mei 2022 setidaknya terdapat 10 aset kripto yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar. 10 aset crypto tersebut yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), US Dollar Coin (USDC), Binance Coin (BNB), Ripple (XRP), Cardano (ADA), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Binance USD (BUSD).

Mengenal Perbedaan Kripto dan Saham

Karakteristik aset crypto sebagai komoditas membedakannya dengan instrumen trading atau investasi lain seperti saham. Walaupun pada dasarnya keduanya dapat ditradingkan. Sebelum mengetahui cara trading kripto, berikut Kami jelaskan beberapa perbedaan crypto dan saham.

1. Nilai Intrinsik

Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas sebagian modal berada di dalam suatu perusahaan. Jika perusahaan tersebut bangkrut, investor kemungkinan masih bisa memperoleh sebagian dari uang sisa dana likuidasi perusahaan bangkrut tersebut.

Sedangkan pada aset kripto tidak memiliki nilai intrinsik seperti pada saham. Aset kripto dapat jatuh harganya sampai ke level 0. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa aset kripto cukup beresiko jika dibandingkan dengan saham.

Namun disisi lain crypto juga mampu memberikan potensi keuntungan jauh lebih tinggi dari instrumen investasi lainnya. Oleh karena itu mempelajari cara trading kripto terutama mengenai nilai intrinsik akan sangat membantu Anda sebagai trader pemula.

2. Volatilitas

Kenaikan dan penurunan harga dari aset crypto dapat mencapai nominal jutaan rupiah hanya dalam waktu sehari. Sehingga volatilitas crypto akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saham.

Perubahan harga dari aset kripto sepenuhnya berdasarkan pada supply and demand yang ada di pasar serta tidak memiliki pembatasan volatilitas Auto Rejection atau Trading Halt seperti dalam saham.

3. Waktu Perdagangan

Waktu perdagangan pada saham terbatas hanya pada pukul 9.00 WIB sampai 11.30 WIB untuk sesi I. Sesi II pada pukul 13.30 WIB sampai 14.50 WIB dan pada hari kerja saja. Diluar jam tersebut Anda tidak dapat menjual ataupun membeli saham melalui platform trading.

Sedangkan pada trading crypto waktu transaksi tidak terbatas dan berlangsung selama 24 jam. Anda dapat melakukan transaksi jual beli setiap hari. Karena waktu tidak terbatas ini maka perlu untuk mempelajari cara trading kripto.

4. Satuan Transaksi

Di Indonesia transaksi jual beli saham umumnya berdasarkan satuan lot dimana satu lot sama dengan 100 lembar saham jadi modal trading saham minimal harus setara dengan nilai 100 lembar saham saat ingin Anda beli.

Jika ingin membeli saham BBCA sebanyak 1 lot maka Anda harus menyediakan modal harga saham BBCA saat ini dengan dikalikan 100. Sedangkan pada trading crypto tidak terikat aturan seperti itu.

Anda biasanya membeli atau menjual dengan satuan terkecil sampai pecahan 8 desimal untuk koin Bitcoin. Untuk aset cryptocurrecy lain biasanya memiliki satuan berbeda. Pecahan 8 desimal ini disebut dengan satoshi.

1 Bitcoin sama nilainya dengan 100 juta satoshi. Jika harga Bitcoin saat ini 440 juta rupiah maka Anda tidak harus menyiapkan modal awal sebanyak itu, namun hanya seharga 1 satoshi saja.

Karena terdapat perhitungan Seperti di atas maka tentu akan sangat penting mempelajari cara trading kripto. Dengan mempelajarinya maka Anda akan mengerti teknik dasar dalam menghitung banyaknya aset kripto yang dimiliki.

5. Jangkauan Pasar

Pasar saham terbatas hanya dalam lingkup suatu negara tertentu yang mengelolanya. Contohnya saham-saham Bursa Efek Indonesia hanya dapat diperjualbelikan oleh para trader yang membuka rekening di Indonesia saja.

Likuiditasnya juga terbatas sehingga Anda akan sering menemukan saham-saham sepi peminat. Sedangkan pada pasar crypto memiliki skala internasional yang melibatkan jaringan lintas batas dan mencakup banyak negara. Siapapun di bumi ini dapat berpartisipasi dalam cara melakukan trading kripto.

Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Sebelum melakukan investasi dalam aset apapun, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu trading kripto dari aset tersebut. Terlebih lagi pada cryptocurrency, Anda perlu mengetahui dan juga memahami bagaimana cara trading kripto.

Trading crypto memiliki kelebihan pada kecanggihan teknologi nya yang dapat menjamin privasi dan juga kerahasiaan transaksi serta tidak dapat dipalsukan. Pengiriman cryptocurrency juga lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan transfer bank dan dapat dilakukan kapan saja.

Fluktuasi nilai dari cryptocurrency juga sangat besar sehingga akan memberikan peluang untuk memperoleh keuntungan yang besar. Investor dapat mengambil keuntungan dari kenaikan harga aset di masa depan.

Sedangkan trader dapat memetik tujuan dari naik atau turunnya harga dalam jangka pendek. Namun fluktuasi nilai ini juga dapat menjadi kelemahan dari trading crypto. Untuk itu Anda perlu belajar bagaimana cara trading kripto.

Naik-turun yang sangat drastis dapat mempengaruhi mental trader yang kurang siap saat menghadapinya. Risiko kerugian juga lebih besar dibandingkan aset keuangan lain dengan volatilitas lebih rendah seperti saham.

Cryptocurrency lebih cocok untuk para trader berkarakteristik pengambil resiko daripada cari aman. Untuk itu sangat dianjurkan untuk memahami cara trading kripto yang baik untuk para pemula agar mengurangi risiko kerugian ini.

Yang perlu diperhatikan adalah cryptocurrency bukanlah alat pembayaran yang sah di beberapa negara, salah satunya Indonesia. Anda dapat berinvestasi ataupun melakukan trading crypto namun tidak dapat menggunakannya untuk membayar barang atau jasa kepada pihak lain.

Cara Trading Kripto Untuk Pemula

Setelah mengetahui pengertian dari trading crypto, kelebihan serta kekurangan trading crypto dan perbedaan dari kripto dan saham. Langkah selanjutnya yang harus Anda ketahui sebagai pemula adalah cara trading. Berikut Kami jelaskan beberapa langkah trading crypto untuk pemula.

Memilih Aplikasi Trading Crypto

Cara trading kripto dengan memilih aplikasi trading crypto yang legal dan sudah memiliki izin sesuai dengan undang-undang. Anda perlu berhati-hati apabila menggunakan platform trading crypto yang tidak memiliki izin. Karena saat ini banyak sekali penipuan dengan kedok investasi cryptocurrency.

Pahami Latar Belakang Aset Kripto

Langkah selanjutnya pahami latar belakang dari aset kripto yang ingin Anda gunakan di dalam trading. Setidaknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari aset kripto tersebut agar nantinya dapat mengukur prospek aset itu di masa depan.

Melakukan Analisis Teknikal

Cara trading kripto selanjutnya lakukan analisis teknikal untuk mengidentifikasi moment jual-beli yang tepat untuk aset kripto yang Anda inginkan. Jangan melakukan investasi hanya karena ikut-ikutan dan mendapat rayuan dari orang yang tidak dikenal.

Pilih Aset Kripto

Hindari juga menaruh semua model Anda hanya pada satu aset kripto. Pilihlah beberapa aset kripto untuk Anda koleksi atau buatlah portofolio terdiversifikasi yang terdiri dari aset kripto, saham dan beberapa jenis aset keuangan yang lain.

Melakukan Perencanaan dengan Baik

Selanjutnya yaitu lakukanlah perencanaan yang baik dan disiplin. Karena masalah yang sering muncul pada trader pemula adalah malas untuk melakukan pencatatan setiap transaksi. Padahal jika trader pemula disiplin dalam melakukan pencatatan maka dapat memikirkan langkah-langkah terbaik yang akan dilakukan selanjutnya.

Perlu diketahui bahwa trader yang baik adalah trader yang memiliki perencanaan dan persiapan yang matang. Karena di dalam trading crypto memiliki banyak risiko. Sehingga para trader pemula harus terlebih dahulu mempelajari dengan baik cara trading kripto.

error: Content is protected !!