Bagian Bagian Bunga Matahari

Bagian Bagian Bunga Matahari – Bunga matahari, Helianthus annuus Linnaeus adalah jenis semak kenikir asli Amerika Utara, Meksiko, Chili dan Peru (Jamaludin 2008). Biji bunga matahari pada awalnya dikenal oleh penduduk asli Amerika sebagai bahan pokok dalam persiapan makanan ringan yang dikenal sebagai kuaci atau kwaci, dikenal untuk memenuhi kebutuhan diet dari biji kaya protein dan lemak (Chase 2005).

Di Indonesia, potensi produksi bunga matahari dilaporkan pada tahun 2003, khususnya dengan menanam tanaman ini di daerah Blitar dengan hasil rata-rata 1675 kg/ha (Anonim 2009). Tanaman ini ditemukan sebagai bunga taman dengan nilai estetika tinggi, banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, dan dijual sebagai bunga potong dan bunga pot (Chase 2005).

Bagian Bagian Bunga Matahari

Bunga matahari juga merupakan produk ekspor-impor tanaman hias. Volume ekspor tanaman hias secara umum mencapai 3.343.562 kg selama periode 2003-2008 (Ditjenhort 2008). Di negara lain, bunga matahari dibudidayakan lebih intensif untuk keperluan industri, karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi (CAB International 2005).

Cara Menanam Bunga Matahari Dengan Mudah. Panen Cuan Berlipat!

Minyak bunga matahari telah menjadi minyak nabati terpenting ketiga di dunia setelah kedelai dan minyak sawit, diproduksi terutama sebagai sumber bahan dasar untuk produksi margarin. Minyak bunga matahari memiliki kualitas yang hampir menyamai minyak zaitun, sehingga sering digunakan sebagai minyak nabati untuk saus salad, serta sebagai bahan baku industri kosmetik dan pelumas (Jamaludin 2008).

Minyak nabati bunga matahari juga digunakan untuk membuat bahan baku pembuatan sabun dan cat. Minyak bunga matahari kualitas terbaik diperoleh dari varietas hitam dengan kandungan minyak sekitar 50%-60%.

Di Indonesia, minyak bunga matahari memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri biodiesel selain kelapa sawit, kelapa, jarak pagar dan randu (Sanjaya 2007). Berdasarkan data Automotive Diesel Oil Corporation menunjukkan bahwa konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia terus meningkat (Hambali 2002). Meskipun dilaporkan pada tahun 1995 bahwa permintaan bensin melebihi produksi dalam negeri, pada abad ke-20 diperkirakan cadangan bahan bakar alam akan habis dan perlu dipertimbangkan pengembangan produk biodiesel alternatif.

Mengingat permintaan dan pemasaran produk bunga matahari di dalam dan luar negeri memiliki prospek yang relatif tinggi, dapat memberikan peluang bagi petani Indonesia untuk membudidayakan tanaman ini secara besar-besaran (Anonim 2009). Namun, hama tanaman (OPT) seringkali menjadi salah satu faktor yang menghambat budidaya tanaman.

Cerpen: Bunga Matahari

Secara umum, kerusakan hama mempengaruhi hasil panen, terutama dalam bentuk penurunan kuantitas produksi, penurunan kualitas produksi atau keduanya yang menyebabkan kerugian ekonomi dan seringkali membutuhkan biaya pengendalian yang tinggi (Palunkun & Indriani 1992).

Masalah OPT dalam budidaya bunga matahari telah banyak dilaporkan di negara lain. Lebih dari 150 spesies hama (Charlet & Brewer 2004) dan 30 jenis penyakit (Clarke 1999) telah dilaporkan menyerang tanaman bunga matahari di seluruh dunia. Di Indonesia, informasi mengenai hama tanaman bunga matahari belum banyak dilaporkan, sehingga perlu dilakukan penelitian dasar tentang pencatatan dan identifikasi hama tanaman tersebut. Menurut Semangun (1994), informasi tentang OPT diperlukan sebagai dasar untuk menentukan pengendaliannya.

Bunga matahari, Helianthus annuus L. merupakan tanaman semusim dari suku Compositeae atau Asteraceae kenikir. Saat ini anggota genus Helianthus diperkirakan terdiri dari 67 spesies.

Saat ini bunga matahari merupakan sumber utama minyak nabati di dunia. Rusia telah lama menjadi produsen bunga matahari terbesar, diikuti oleh Argentina dan Amerika Serikat, yang menempati urutan ketiga dalam produksi bunga matahari di dunia (Berglund 2007). Hingga saat ini budidaya bunga matahari dilakukan oleh negara-negara besar lainnya seperti Perancis, Hungaria, China, India dan lain-lain (CAB International 1995).

Biji Bunga Matahari Dalam Seri Fibonacci Foto Stok

Hampir seluruh bagian bunga matahari dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti pangan, industri, pakan ternak, tanaman hias dan bahan tanaman obat, sehingga budidaya bunga matahari dikelompokkan berdasarkan kegunaannya sebagai berikut (Anonim 2008):

Kingdom : Divisi Plantae : Eukaryota Filum : Spermatophyta Subphylum : Angiospermae Ordo : Dicotyledon Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Helianthus Spesies : Helianthus annuus Linnaeus

Bunga matahari, Helianthus annuus L., merupakan tanaman herba tahunan dengan batang lembab, umumnya berumur pendek atau kurang dari satu tahun (Anonim 2008, CAB International 2005). Pohon dengan batang lurus, sedikit melengkung pada tanaman dewasa, biasanya tidak bercabang. tinggi 90- 400 cm; diameter relatif kecil, kurang dari 5 cm, dan rambut kasar.

Bunga matahari jenis liar seringkali memiliki banyak cabang pada batangnya dibandingkan dengan tanaman budidaya yang umumnya hampir tidak memiliki cabang atau jarang.

Bagian Bagian Bunga Matahari Worksheet

Susunan daun – Susunan daun : : Susunan daun pinion berselang-seling dari batang – No. pada batang: batang

Lobus Daun – Ventilasi Daun : Tepi Daun Pinnate – Tepi Daun : Bergerigi Dasar Daun : Bulat

Lembaran tunggal berbentuk hati, diameter terbesar 15 cm dan lebar 12 cm. Peduncle yang relatif panjang muncul dari peduncle utama dalam susunan segi. Daun yang tumbuh kemudian lebih besar dan bulat telur, tepi daun bergigi, dan kedua permukaan daun ditutupi dengan rambut kelenjar dan kasar, dan daun tersusun bergantian dan tersusun dalam spiral.

Bunga majemuk terdapat pada ujung batang, berupa tandan atau bintil yang tersusun pada pangkal atau kepala bunga berbentuk cangkir (wadah) dengan permukaan datar sampai cembung atau cekung berdiameter hingga 30 cm (Anonim 2008).

Orang, Memegang, Bunga Matahari, Tanah Pertanian, Kuning, Daun Bunga, Bidang, Taman

Bunga matahari diketahui berperilaku heliotropis, artinya pada siang hari permukaan bunga menghadap matahari dan pada malam hari bunga membungkuk ke bawah. Komposisi bunga di kelopak terdiri dari dua lapisan: bunga steril terletak di sekitar tepi luar kelopak dengan kelopak berbentuk pita panjang 10-15 cm dan kecil, bunga biseksual berbentuk tabung terletak di tengah kelopak dan tersusun melingkar. dari pusat. bohlam.

Bunga bagian luar mudah rontok dan memiliki warna mahkota yang sangat menarik, yaitu kuning, kadang putih, biru, jingga atau merah, sedangkan bunga kecil di bagian dalam memiliki bunga berwarna coklat yang mahkotanya.

Setelah pembuahan dalam bunga kecil, benih berkembang dengan kulit biji tipis, lapisan endosperma, embrio lurus dan dua biji. Semua biji tersusun berkelompok pada permukaan cawan dan unit ini disebut buah. Biji bunga matahari berbentuk seperti telur terbalik (ujungnya agak persegi panjang dengan ujung rimpang dan pangkal membulat). Ukuran dan warna biji bervariasi seperti putih, krem, coklat, ungu, hitam atau putih keabu-abuan dengan garis-garis hitam. Biji matang mudah dikeluarkan dari cangkir.

Ketinggian: 10 – 1.600 m ketinggian Suhu Kesesuaian : 10 – 34 derajat Celcius Kesesuaian Tanah : Subur dan berpasir Kesesuaian Curah Hujan : 1.000 – 2.500 mm per tahun Kesesuaian Cahaya : Sinar Matahari Penuh Pertumbuhan Tanaman : Cepat, Fermentasi Tahunan Diperlukan : Fermentasi Sedang

Filosofi Bunga Matahari

Kondisi Tumbuh Bunga matahari cocok untuk tumbuh di tanah berpasir hingga berpasir dengan pH 6,5 hingga 7,5 (Franzen 2007). Tanaman ini tidak dapat hidup di daerah yang banyak air, karena akarnya mudah busuk, sehingga memerlukan drainase yang baik. Kebutuhan air selama pertumbuhan tanaman biasanya antara 300 dan 700 mm, meskipun hal ini tergantung pada varietas, jenis tanah dan iklim. Curah hujan di atas 1000 mm dapat meningkatkan risiko penurunan tanah dan kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya penyakit tanaman. Bunga matahari akan lebih baik jika ditanam di tanah terbuka dengan sinar matahari langsung. Di daerah dengan iklim empat musim, sinar matahari yang lama menyebabkan tanaman tumbuh. Pada saat perkembangan dan pematangan benih, tanaman membutuhkan udara kering untuk mendapatkan benih yang berkualitas baik. Tanaman yang tumbuh di iklim hangat menghasilkan kandungan minyak biji bunga matahari yang relatif rendah dengan komposisi asam linoleat yang rendah dan komposisi asam oleat yang tinggi dibandingkan dengan biji yang diperoleh dari iklim dingin.

Bunga matahari biasanya tumbuh di daerah sejuk hingga subtropis. Di daerah tropis, bunga matahari dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga pegunungan pada ketinggian hingga 1500 m dpl. dengan suhu optimum 23-27 °C dan kelembaban relatif kering.

Bunga ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di halaman belakang, paling subur di daerah pegunungan dengan kelembaban udara yang cukup dan banyak sinar matahari langsung. Tanah yang cocok untuk pertumbuhan bunga matahari adalah tanah berpasir sampai berpasir, dengan drainase yang baik dan pH 6,5-7,5 (Franzen 2007).

Tanaman H. annuus diperbanyak dengan biji. Bijinya berasal dari biji bunga pertama dari induk yang lama. Benih harus disemai sebelum ditanam.

Tolong Tulis Nama Bagian² Dari Bunga Matahari Dan Cara Penyerbukannya!​

Penaburan skala besar dapat dilakukan dengan menabur benih di tanah tanam basah, sebaliknya untuk keperluan kecil benih cukup disemai di media tanah dalam pot.

Biji ini berkecambah dengan mudah dan tumbuh dengan cepat. Bibit baru dapat dipindahkan ke lokasi penanaman ketika mencapai ketinggian 15-20 cm, biasanya diperlukan 10 untuk tumbuh.

Bagian bunga matahari, bagian matahari, bagian dalam matahari, gambar matahari dan bagian bagiannya, gambar bagian matahari, bagian bagian matahari dan penjelasannya, matahari dan bagian bagiannya, identifikasikan bagian bagian dari matahari, bagian bagian bunga matahari dan gambarnya, gambar bagian bunga matahari, bagian bagian dari matahari, bunga matahari dan bagian bagiannya